indate.net-BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyiapkan puluhan kegiatan dan program pelayanan masyarakat dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 yang mengusung tema “Bogor Nanjeur”. Tema tersebut mencerminkan semangat Kota Bogor untuk terus berdiri tegak menghadapi berbagai tantangan, memperkuat komitmen pembangunan, serta mendorong masyarakat agar siap menghadapi perkembangan zaman.
Ketua Panitia HJB ke-544 Kota Bogor, Iceu Pujiati, mengatakan perayaan tahun ini dirancang agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, bukan sekadar menjadi seremoni tahunan.
“Perayaan HJB tahun ini merupakan kado bagi warga Kota Bogor. Kami ingin masyarakat merasakan langsung manfaat dari berbagai program dan kegiatan yang disiapkan,” kata Iceu.
Menurutnya, rangkaian HJB ke-544 melibatkan perangkat daerah, mitra strategis, dan komunitas masyarakat. Total terdapat 42 kegiatan yang diselenggarakan oleh perangkat daerah bersama para mitra, sementara berbagai komunitas juga berpartisipasi secara mandiri tanpa dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Puncak peringatan HJB berlangsung pada 3 Juni 2026 dengan agenda upacara bendera di Balai Kota Bogor, sidang paripurna DPRD Kota Bogor, serta aktivasi Museum Pajajaran di kawasan Batutulis.
Pendidikan dan Kesehatan Jadi Prioritas
Dalam momentum HJB ke-544, Pemkot Bogor juga menghadirkan berbagai program pendidikan dan kesehatan. Melalui Dinas Pendidikan (Disdik), pemerintah menyalurkan beasiswa kepada 80 mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu, 2.000 siswa SMP swasta, serta beasiswa pendidikan S1 bagi guru PAUD melalui Universitas Terbuka.
Selain itu, program Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) terus diperkuat sebagai upaya menekan angka putus sekolah. Tercatat sebanyak 544 warga dari wilayah Bogor Timur mengikuti program tersebut hingga memperoleh ijazah.
Pemkot juga mengalokasikan anggaran untuk penebusan ijazah yang masih tertahan di sekolah. Program ini mencakup 739 siswa SMP swasta, 484 siswa MTs swasta, serta 1.044 siswa tingkat SMA, MA, dan SMK.
Di bidang kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Bogor menggelar khitanan massal gratis bagi 544 peserta di 25 puskesmas. Pada 3 Juni, masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan persalinan gratis di 21 puskesmas serta pemeriksaan gula darah HbA1C dengan potongan biaya sebesar 54,4 persen.
Program kesehatan lainnya meliputi donor darah, vaksinasi rabies gratis bagi hewan peliharaan, hingga penyaluran alat bantu bagi penyandang disabilitas.
Job Fair hingga Layanan Administrasi Kependudukan
Berbagai layanan publik turut dihadirkan selama bulan Juni. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) memberikan KTP pemula bagi warga yang genap berusia 17 tahun pada 3 Juni serta akta kelahiran bagi bayi yang lahir bertepatan dengan Hari Jadi Bogor.
Sementara itu, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) menggelar Job Fair pada 8–9 Juni dengan melibatkan 30 perusahaan nasional yang menyediakan sekitar 1.000 lowongan kerja. Disnaker juga mengadakan pelatihan bagi calon pekerja migran Indonesia yang diproyeksikan bekerja di sejumlah negara.
Di sektor lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menargetkan penanaman 544 pohon yang akan didistribusikan ke seluruh kelurahan di Kota Bogor.
Dimeriahkan Festival Budaya dan Olahraga
Perayaan HJB ke-544 juga diramaikan berbagai kegiatan olahraga, seni, budaya, dan ekonomi kreatif. Sejumlah agenda yang telah digelar maupun akan berlangsung antara lain HJB Run, Bogor City Trail, Ultra Road Marathon, Bogor Hujan Onthel, Bogor Green Cycling, hingga HJB Padel Cup.
Sementara dari sektor budaya, masyarakat dapat menikmati berbagai kegiatan seperti Mapag Pajajaran Anyar, Niti Wanci Bogor, Kemah Budayawan Sauyunan, Pesona Pusaka Nusantara, Festival Jajanan Lembur, Pagelaran jAzztaga!, hingga GastroFest.
Puncak kemeriahan akan berlangsung pada 27 Juni 2026 melalui Helaran HJB ke-544 di Jalan Sudirman, Kota Bogor. Karnaval budaya tahunan tersebut menjadi salah satu agenda yang paling dinantikan masyarakat.
Wali Kota: HJB Harus Berdampak Nyata bagi Warga
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan bahwa HJB ke-544 tidak boleh hanya menjadi kegiatan seremonial. Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan harus melibatkan partisipasi masyarakat dan memberikan manfaat nyata bagi warga.
“Harus ada inovasi dalam memeriahkan HJB. Manfaatkan jejaring yang ada dan libatkan semua pihak agar kontribusinya maksimal untuk masyarakat,” ujar Dedie.
Ia juga menekankan pentingnya program-program yang menyasar kelompok masyarakat prioritas, terutama warga pada kelompok ekonomi rentan. Salah satu contohnya adalah program pendidikan gratis melalui PKBM yang dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Senada dengan itu, Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menegaskan bahwa Hari Jadi Bogor merupakan momentum ulang tahun seluruh warga, bukan hanya milik pemerintah daerah.
“Ini ulang tahun warga Kota Bogor, bukan Pemkot Bogor,” tegasnya.
Dengan konsep kolaboratif yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat, HJB ke-544 diharapkan menjadi perayaan yang tidak hanya meriah, tetapi juga memberikan manfaat sosial, ekonomi, dan budaya bagi Kota Bogor.(*)


