-->
  • Jelajahi

    Copyright © IndateNews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    GPM Meriahkan HJB ke-544, Pemkot Bogor Dorong ASN Belanja Produk UMKM dan Pangan Lokal

    Indate News
    02/06/26, Juni 02, 2026 WIB Last Updated 2026-06-02T05:24:22Z


    indate.net-BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Lapangan Sempur, Selasa (2/6/2026). Kegiatan yang mengusung tema “GPM Hadir, Harga Stabil, Rakyat Senang” ini digelar dalam rangka menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, sekaligus memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 dan menyambut Road to Karya Kreatif Jawa Barat 2026.


    GPM terlaksana berkat kolaborasi DKPP Kota Bogor dengan Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat, DKPP Provinsi Jawa Barat, dan Badan Pangan Nasional. Berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga terjangkau untuk membantu masyarakat sekaligus menekan laju inflasi daerah.


    Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, yang membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa perayaan HJB tidak hanya berorientasi pada kegiatan seremonial, tetapi juga harus menghadirkan program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.


    Dalam kesempatan itu, Jenal mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Bogor untuk turut mendukung pelaku usaha lokal dan program pangan murah dengan berbelanja di lokasi kegiatan.


    “Seluruh ASN kami dorong untuk berbelanja di Gerakan Pangan Murah. Kebutuhan seperti beras dan minyak goreng merupakan kebutuhan rutin, sehingga sekaligus dapat mendukung produk binaan DKPP dan pelaku UMKM lokal,” ujar Jenal.


    Ia juga mengungkapkan gagasan pengembangan sistem digitalisasi komoditas pangan bagi ASN guna memperkuat perputaran ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha kecil.


    Sementara itu, Deputi Kepala Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat, Siti Muarofah, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan tersebut dan mengucapkan selamat atas Hari Jadi Bogor ke-544.


    Menurutnya, kondisi ekonomi Kota Bogor menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan mencapai 5,45 persen pada 2025, lebih tinggi dibanding rata-rata pertumbuhan ekonomi Jawa Barat yang berada di angka 5,3 persen.


    Siti menjelaskan, di tengah tantangan global yang berdampak pada kenaikan harga sejumlah komoditas, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) melalui berbagai langkah pengendalian inflasi, termasuk operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah.


    “Gerakan Pangan Murah diharapkan efektif menjaga stabilitas harga. Berdasarkan pemantauan pada Mei lalu, terdapat kenaikan harga pada beberapa komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang merah, sementara komoditas pangan lainnya relatif stabil,” katanya.


    Ia menambahkan, Bank Indonesia Jawa Barat juga tengah menyiapkan program percontohan kerja sama distribusi bahan pangan untuk menekan biaya logistik dan menjaga kelancaran pasokan kebutuhan pokok masyarakat.


    Di lokasi yang sama, Kepala DKPP Kota Bogor, Dody Ahdiat, menjelaskan bahwa GPM berlangsung selama dua hari, yakni 2–3 Juni 2026. Berbagai komoditas seperti daging ayam, daging sapi, minyak goreng, tepung, cabai, dan bawang merah dijual dengan harga di bawah pasar.


    “Program ini merupakan salah satu upaya konkret pengendalian inflasi sekaligus memastikan masyarakat memperoleh pangan berkualitas dengan harga yang terjangkau,” ujar Dody.


    Selain pasar murah, kegiatan tersebut juga diramaikan dengan lomba mewarnai bagi anak-anak TK dan PAUD di Kelurahan Sempur serta penyaluran bantuan ikan nila bioflok kepada keluarga berisiko stunting.


    Melalui program tersebut, DKPP Kota Bogor berharap dapat mendukung upaya penurunan angka stunting sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Dody juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi, termasuk Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat, Pegadaian Kota Bogor, kelompok tani, dan pelaku usaha pangan olahan.


    Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi hari. Sejumlah warga memadati lokasi kegiatan untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar. Kegiatan ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat perekonomian lokal di Kota Bogor.(*)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini