indate.net-BOGOR – Perjalanan hidup seseorang tidak selalu ditentukan oleh masa lalunya. Hal itu tergambar dari kisah Dadang Sanjaya (38), mantan Ketua organisasi motor XTC (Exalt To Coitus) wilayah Bogor, yang kini berhasil membangun usaha ayam potong dengan omzet mencapai ratusan juta rupiah per hari.
Dadang mengaku pernah menjalani kehidupan sebagai remaja yang putus sekolah saat duduk di bangku SMP. Kondisi tersebut membuatnya sempat menganggur dan terjerumus dalam pergaulan yang membawanya menjadi bagian dari kelompok bermotor.
Sebelum bergabung dengan XTC, ia mengaku membentuk kelompok bernama Andalan (Anak Dalam Negeri) bersama sejumlah rekannya. Di sela aktivitas berjualan arang dan ketan bakar, kelompok tersebut kerap terlibat dalam balap liar dan aktivitas yang meresahkan masyarakat.
"Awalnya sambil jualan arang dan ketan bakar saya membentuk kelompok Andalan bersama teman-teman," ujar Dadang saat ditemui, Selasa (21/7/2026).
Sekitar 2008, Dadang bergabung dengan XTC yang saat itu mulai berkembang di Bogor. Ia mengakui, pada masa tersebut sebagian anggota kelompok kerap melakukan konvoi ugal-ugalan, mengonsumsi minuman keras hingga terlibat aksi tawuran.
Dua tahun kemudian, ia memilih keluar dan fokus menjalankan sejumlah usaha, seperti berjualan gas LPG, arang, hingga mengelola warung internet.
Pada 2016, Dadang diminta kembali memimpin XTC Bogor yang sempat vakum. Ia menerima tawaran tersebut dengan harapan mengubah citra organisasi menjadi lebih positif.
"Saya menerima dengan syarat kegiatannya diarahkan ke hal-hal yang positif agar tidak lagi dipandang buruk oleh masyarakat," katanya.
Namun, menurut Dadang, upaya tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Ia menilai perilaku sebagian anggota masih sulit dikendalikan sehingga kembali memutuskan mengundurkan diri dari kepengurusan dan meninggalkan organisasi tersebut.
Setelah itu, Dadang menjalankan usaha sebagai penyalur anak buah kapal (ABK). Usaha tersebut sempat berkembang dan memberikan penghasilan yang cukup besar.
Namun, seluruh usaha yang dibangunnya kembali terpuruk setelah dirinya mengaku terjerat judi daring. Kondisi tersebut diperparah dengan pandemi Covid-19 yang menyebabkan usahanya mengalami kemunduran hingga kehilangan aset yang telah dirintis sejak 2010.
"Saat itu saya benar-benar jatuh. Semua usaha habis dan sempat kehilangan semangat," tuturnya.
Tak menyerah, Dadang mencoba bangkit dengan membuka usaha mie ayam dan angkringan. Meski demikian, kedua usaha tersebut belum membuahkan hasil yang diharapkan.
Titik balik datang ketika ia melihat tingginya permintaan ayam potong di kawasan Sindangbarang, Kota Bogor. Kesempatan itu kemudian dimanfaatkannya untuk memulai usaha baru setelah mendapat dukungan dari seorang mantan anggota XTC yang lebih dahulu menjalankan bisnis serupa.
Dengan modal awal menjual sekitar 15 kilogram ayam potong kepada warga sekitar rumahnya di Bondongan, usahanya perlahan berkembang.
Keuntungan yang diperoleh kemudian digunakan untuk memperluas jaringan usaha sekaligus membuka lapangan pekerjaan. Dadang mengajak sejumlah mantan anggota organisasi motor dan kelompok suporter untuk bergabung dalam usaha yang dikelolanya melalui CV Andalan.
Saat ini, menurut Dadang, jaringan usahanya telah melibatkan ratusan orang yang tersebar di wilayah Jabodetabek dan Banten, terdiri atas pedagang, mitra, hingga karyawan.
Ia menyebut kapasitas produksi usahanya kini mencapai sekitar 24 ton daging ayam per hari, dengan omzet berkisar Rp400 juta hingga Rp600 juta setiap hari.
"Kalau dulu sehari jualan hanya sekitar Rp500 ribu, sekarang alhamdulillah omzetnya bisa mencapai Rp400 sampai Rp600 juta per hari," ujarnya.
Selain mengembangkan bisnis ayam potong, Dadang kini mulai merintis usaha properti yang diperuntukkan bagi para pedagang dan karyawan di bawah naungan CV Andalan. Skema kepemilikan rumah yang diterapkan tidak melalui perbankan, melainkan menggunakan sistem cicilan yang disesuaikan dengan pendapatan harian para mitranya.
Bagi Dadang, perjalanan hidupnya menjadi pelajaran bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah. Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi motivasi bagi siapa pun yang ingin meninggalkan kehidupan kelam dan membangun masa depan yang lebih baik melalui kerja keras dan usaha yang positif.(*)


