-->
  • Jelajahi

    Copyright © IndateNews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Rerouting Angkot ke Pasar Jambu Dua Tersendat, Dishub Sujatmiko Baliarto Pilih Pendekatan Humanis

    Indate News
    06/04/26, April 06, 2026 WIB Last Updated 2026-04-06T01:30:15Z


    indate.net-BOGOR – Upaya pengalihan rute angkutan kota (angkot) menuju Pasar Jambu Dua, Kota Bogor, hingga kini belum berjalan optimal. Dari sejumlah trayek yang direncanakan, baru angkot trayek 08 AKDP yang telah diarahkan masuk ke kawasan pasar tersebut.


    Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto, menegaskan bahwa kebijakan rerouting tidak dapat dilakukan secara instan. Menurutnya, diperlukan komunikasi dan pendekatan yang intensif dengan para pengemudi serta organisasi angkutan darat.


    “Prosesnya tidak bisa terburu-buru. Kami masih melakukan pendekatan dengan Organda karena rerouting ini membutuhkan kesepahaman bersama,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).


    Ia menjelaskan, keberadaan trayek 08 AKDP dinilai sudah cukup untuk sementara waktu. Selain menjadi salah satu trayek dengan jumlah armada terbesar, kehadirannya dianggap mampu memenuhi kebutuhan akses menuju pasar.


    Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah armada trayek tersebut mencapai sekitar 500 unit. Dishub pun berhati-hati untuk tidak menambah trayek lain dalam waktu dekat guna menghindari potensi kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi.


    Selain itu, keterbatasan infrastruktur menjadi kendala utama. Hingga kini, kawasan Pasar Jambu Dua belum memiliki fasilitas terminal yang memadai untuk menampung angkot dalam jumlah besar.


    “Kalau semua trayek masuk tanpa didukung fasilitas, justru berpotensi menimbulkan kemacetan. Sementara untuk pembangunan terminal, lahan di lokasi tersebut juga terbatas,” jelasnya.


    Di sisi lain, rencana rerouting ini menjadi harapan para pedagang. Mereka menilai kehadiran angkutan umum dapat meningkatkan jumlah pengunjung dan mendongkrak aktivitas ekonomi di pasar.


    Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ), Jenal Abidin, sebelumnya menyampaikan bahwa akses transportasi menjadi salah satu kebutuhan utama pedagang.


    “Para pedagang berharap angkot bisa masuk ke area pasar agar aktivitas jual beli semakin ramai,” ungkapnya.


    Pasar Jambu Dua sendiri menjadi salah satu lokasi relokasi bagi pedagang kaki lima (PKL) dari kawasan Pasar Bogor. Saat ini, tercatat ratusan pedagang telah mendaftarkan diri untuk menempati lapak yang tersedia.


    Dari total 254 pedagang yang telah memesan tempat, baru sebagian kecil yang mulai beroperasi. Aktivitas perdagangan didominasi oleh penjual sayur dan buah yang berjualan pada malam hingga pagi hari.


    Pemerintah Kota Bogor pun diharapkan dapat segera menemukan solusi yang seimbang antara kelancaran lalu lintas dan kebutuhan aksesibilitas pasar, sehingga proses relokasi pedagang dapat berjalan optimal.(*)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini