indate.net-BOGOR – Anggota Fetty Anggraenidini mengunjungi Kelurahan Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, dalam agenda pengawasan penyelenggaraan pemerintahan sekaligus menyerap aspirasi masyarakat. Kunjungan tersebut juga diisi dengan syukuran dan doa bersama atas hadirnya SMA Negeri 11 Kota Bogor yang dinilai memperluas akses pendidikan bagi warga setempat.
Dalam kegiatan yang berlangsung pada Jumat (26/6), Fetty menyampaikan rasa syukur atas dimulainya operasional SMA Negeri 11 Kota Bogor. Menurutnya, keberadaan sekolah tersebut diharapkan dapat mempermudah masyarakat memperoleh akses pendidikan menengah negeri.
"Alhamdulillah, tahun ini sudah mulai ada SMA Negeri 11 Kota Bogor di Kelurahan Kayumanis. Kami bersyukur karena warga di sini sekarang tidak susah lagi masuk SMA. Sebelumnya sekolah negeri terdekat adalah SMA Negeri 2," ujar Fetty.
Ia mengatakan, pembangunan SMA Negeri 11 merupakan hasil pengawalan terhadap aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat. Ke depan, ia berharap penambahan SMA maupun SMK negeri dapat terus dilakukan di berbagai kecamatan di Kota Bogor.
Selain membahas sektor pendidikan, Fetty menerima sejumlah aspirasi masyarakat terkait pelayanan kesehatan dan infrastruktur lingkungan. Salah satu yang disampaikan warga adalah masih adanya tiga Rukun Warga (RW) di Kelurahan Kayumanis yang belum memiliki posyandu.
Menanggapi hal tersebut, Fetty menyatakan akan berkoordinasi dengan instansi terkait agar pembangunan posyandu dapat diupayakan masuk dalam perencanaan anggaran tahun 2027 atau 2028.
Di bidang infrastruktur, ia juga menyoroti kondisi sejumlah jalan lingkungan yang mulai mengalami kerusakan. Menurutnya, perbaikan jalan akan terus dikawal melalui sinergi pemerintah kota maupun pemerintah provinsi sesuai kewenangan masing-masing.
Sementara itu, Lurah Kayumanis, Johan, mengapresiasi kunjungan tersebut. Ia menyebut perkembangan SMA Negeri 11 Kota Bogor telah memasuki tahap penting, termasuk proses penerimaan peserta didik baru
"Progres SMA Negeri 11 sudah terlaksana. Proses penerimaan siswanya pun sudah dilaksanakan, tinggal menunggu proses pembangunannya. Ini merupakan komitmen yang telah diwujudkan," kata Johan.
Ia juga berharap komunikasi antara pemerintah daerah dan masyarakat dapat terus terjalin melalui kunjungan kerja dan penyerapan aspirasi secara berkala.
Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah II telah menyiapkan pembangunan SMA Negeri 11 Kota Bogor sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan menengah. Anggaran yang dialokasikan sekitar Rp7 miliar, mencakup perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan proyek.
Pada tahap awal, pembangunan difokuskan pada tiga hingga empat ruang kelas. Sementara itu, kegiatan belajar mengajar bagi peserta didik angkatan pertama Tahun Ajaran 2026/2027 direncanakan berlangsung sementara di SMA Negeri 2 Kota Bogor hingga pembangunan sekolah selesai.(*)


