indate.net-BOGOR – Pengurus Yayasan Pesantren Pertanian Darul Fallah bersama Pengurus Pimpinan Pusat Ikatan Alumni Darul Fallah (IAD) mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Milad ke-66 Pesantren Pertanian Darul Fallah yang dirangkaikan dengan Temu Nasional Alumni Darul Fallah. Konsolidasi tersebut menjadi langkah awal untuk menyukseskan agenda besar yang diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pesantren, alumni, pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan sektor pertanian nasional.
Rapat konsolidasi yang berlangsung pada Jumat (26/6/2026) itu dihadiri Ketua Yayasan Pesantren Pertanian Darul Fallah, Dr. Ir. Naufal Mahfudz, MM, Ketua Umum Ikatan Alumni Darul Fallah (IAD), Jainudin, SH, MH, serta jajaran pengurus Yayasan dan Pengurus Pimpinan Pusat IAD.
Dalam pertemuan tersebut, para peserta membahas berbagai aspek teknis penyelenggaraan kegiatan, mulai dari pembentukan kepanitiaan, penyusunan rangkaian acara, hingga penguatan koordinasi antarunsur yang terlibat agar pelaksanaan Milad dan Temu Nasional Alumni berjalan lancar dan memberikan manfaat yang luas.
Milad ke-66 Pesantren Pertanian Darul Fallah dan Temu Nasional Alumni Darul Fallah dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 19 September 2026, di Kampus Pesantren Pertanian Darul Fallah, Ciampea, Kabupaten Bogor.
Panitia menargetkan kegiatan tersebut menjadi momentum strategis untuk mempererat hubungan antargenerasi alumni sekaligus memperkuat peran pesantren sebagai lembaga pendidikan yang telah berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia di bidang pertanian sejak puluhan tahun lalu.
Selain dihadiri keluarga besar Darul Fallah dari berbagai daerah di Indonesia, panitia juga berencana mengundang sejumlah tokoh nasional. Di antaranya Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, beserta para pemangku kepentingan dari sektor pertanian, pendidikan, pemerintahan, dunia usaha, dan organisasi masyarakat.
Kehadiran para tokoh tersebut diharapkan mampu memperkaya gagasan sekaligus memperkuat kolaborasi dalam mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan dan berdaya saing.
Mengusung tema "Dari Pesantren untuk Negeri: Berkolaborasi Membangun Pertanian Maju, Mandiri, dan Modern Menuju Indonesia Berdaulat Pangan", kegiatan ini mencerminkan komitmen Pesantren Pertanian Darul Fallah untuk terus mengambil bagian dalam pembangunan nasional, khususnya di sektor pertanian dan ketahanan pangan.
Tema tersebut juga menegaskan bahwa pesantren tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi, karakter, dan kepedulian terhadap pembangunan bangsa.
Panitia menjelaskan, terdapat empat nilai utama yang menjadi landasan penyelenggaraan Milad ke-66 dan Temu Nasional Alumni Darul Fallah.
Pertama, pesantren sebagai pusat pendidikan, pembinaan karakter, serta tempat lahirnya generasi penerus bangsa yang memiliki integritas dan kepedulian terhadap pembangunan.
Kedua, alumni sebagai kekuatan jejaring yang memiliki peran strategis dalam berbagai sektor, sehingga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat dan pembangunan nasional.
Ketiga, kolaborasi, yang menjadi semangat utama dalam membangun sinergi antara pemerintah, pesantren, akademisi, pelaku usaha, serta masyarakat guna menghadapi tantangan pembangunan pertanian di masa depan.
Keempat, pertanian maju, mandiri, dan modern, yang sejalan dengan arah pembangunan nasional dalam mewujudkan sistem pertanian yang produktif, inovatif, berkelanjutan, serta mampu mendukung terwujudnya kedaulatan pangan Indonesia.
Melalui penyelenggaraan Milad ke-66 dan Temu Nasional Alumni ini, keluarga besar Pesantren Pertanian Darul Fallah berharap dapat mempererat ukhuwah antarsesama alumni, memperluas jejaring pengabdian, sekaligus memperkuat kontribusi nyata dalam mendukung kemajuan sektor pertanian Indonesia.
Momentum tersebut juga diharapkan menjadi ruang lahirnya berbagai gagasan, kerja sama, dan inovasi yang mampu memperkuat posisi pesantren sebagai salah satu mitra strategis dalam mencetak sumber daya manusia unggul di bidang pertanian serta mendukung terwujudnya Indonesia yang mandiri dan berdaulat di bidang pangan.(JM)


