indate.net-BOGOR – Volume sampah di Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor tercatat mengalami peningkatan selama libur panjang akhir pekan atau long weekend. Kenaikan tersebut terjadi dalam kurun waktu empat hari hingga Minggu, 17 Mei 2026, dengan lonjakan mencapai sekitar 16 persen dibandingkan hari biasa.
Kepala Bidang Persampahan DLH Kota Bogor, Deden Adi Suryadi, mengatakan bahwa sebelum masa libur, rata-rata volume sampah yang diangkut setiap hari berada di kisaran 570 ton.
“Lebih kurang 16 persen kenaikannya. Rata-rata per hari sebelum liburan atau sampai hari Rabu itu 570 ton per hari,” kata Deden, Minggu (17/5/2026).
Menurut Deden, peningkatan volume sampah justru tidak terjadi di kawasan wisata. Lokasi-lokasi seperti Alun-Alun Kota Bogor dinilai masih terkendali karena telah memiliki sistem pengelolaan kebersihan tersendiri serta dukungan petugas yang berjaga secara rutin.
“Tempat wisata ada pengelolaan sendiri dan lebih aman. Termasuk di Alun-Alun Kota Bogor. Di sana sudah ada petugas kami yang menjaga kebersihan,” ujarnya.
Lonjakan sampah paling signifikan terjadi di tempat penampungan sementara (TPS) yang berada di sekitar pasar tradisional. Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah kawasan Empang Ledeng, di mana sampah pasar bercampur dengan sampah rumah tangga warga.
“Itu kami lagi evaluasi dengan pengurus pasar dan wilayah setempat. Masalahnya, pagi kita layani rutin, siangnya menumpuk lagi,” jelas Deden.
DLH Kota Bogor menilai penanganan persoalan sampah tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Diperlukan dukungan dari pengelola pasar, petugas kebersihan wilayah, serta masyarakat dalam menata pola pembuangan sampah ke TPS maupun titik angkut yang telah ditentukan.
“Mesti ada dukungan dan penataan terkait pembuangan sampah ke TPS atau titik angkut sampah oleh pengelola pasar tradisional dan pengurus kebersihan di wilayah,” katanya.
Secara internal, DLH memastikan personel lapangan akan terus memantau titik-titik yang berpotensi mengalami penumpukan sampah. Sampah yang telah dikumpulkan selanjutnya diangkut menggunakan truk maupun kendaraan roda tiga menuju Tempat Pembuangan Akhir Galuga.
Deden juga mengajak masyarakat untuk lebih aktif mengelola sampah sejak dari rumah agar volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir dapat ditekan.
“Kami berharap warga juga semakin sadar untuk ikut terlibat menangani sampah dari rumah,” pungkasnya.(*)


