-->
  • Jelajahi

    Copyright © IndateNews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Kebangkitan Nasional Tak Dimulai dari 1908, Syarikat Islam Sudah Menyalakan Api Perjuangan Sejak 1905

    Indate News
    20/05/26, Mei 20, 2026 WIB Last Updated 2026-05-20T02:14:50Z


    Penulis:
    Subhan Murtadla, S.Ag., M.E.
    Ketua PC Syarikat Islam Kota Bogor

    indate.net-Setiap 20 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang selama ini identik dengan lahirnya organisasi Budi Utomo pada 1908. Momentum tersebut memang telah ditetapkan pemerintah sebagai simbol awal bangkitnya kesadaran kebangsaan.


    Namun, jika menelusuri sejarah secara lebih utuh, kebangkitan nasional sejatinya tidak lahir dalam satu peristiwa tunggal. Ia merupakan proses panjang yang tumbuh dari kesadaran ekonomi, pendidikan, keagamaan, sosial, hingga perjuangan politik rakyat pribumi dalam melawan kolonialisme.


    Dalam konteks itu, lahirnya Sarekat Dagang Islam pada 1905 menjadi salah satu mata rantai penting dalam perjalanan Kebangkitan Nasional Indonesia.


    Embrio Kebangkitan dari Rakyat


    Sarekat Dagang Islam didirikan oleh Haji Samanhudi di Surakarta. Awalnya, organisasi ini menjadi wadah solidaritas pedagang Muslim pribumi yang menghadapi tekanan ekonomi dan ketimpangan perdagangan pada masa kolonial Belanda.


    Namun, gerakan ini berkembang jauh melampaui persoalan perdagangan. Sarekat Dagang Islam membangun kesadaran kolektif masyarakat bumiputera tentang pentingnya persatuan, kemandirian ekonomi, serta harga diri sebagai bangsa yang tertindas.


    Berbeda dengan sejumlah organisasi awal yang lahir dari kalangan elite terpelajar, Sarekat Dagang Islam tumbuh langsung dari denyut kehidupan rakyat. Inilah yang menjadikannya salah satu fondasi penting kebangkitan bangsa.


    HOS Tjokroaminoto dan Transformasi Menjadi Gerakan Massa


    Perkembangan pesat organisasi ini terjadi ketika dipimpin oleh HOS Tjokroaminoto. Di bawah kepemimpinannya, Sarekat Dagang Islam bertransformasi menjadi Sarekat Islam.


    Sarekat Islam kemudian menjelma menjadi organisasi massa terbesar di Hindia Belanda. Gerakannya meluas ke berbagai bidang, mulai dari pendidikan rakyat, keadilan sosial, perlawanan terhadap diskriminasi kolonial, hingga penumbuhan kesadaran politik kebangsaan.


    Melalui pidato-pidatonya, Tjokroaminoto membangkitkan keyakinan bahwa rakyat pribumi memiliki hak yang sama untuk hidup merdeka dan bermartabat.


    Dari rahim pemikirannya lahir banyak tokoh besar bangsa, seperti Soekarno, Semaun, Musso, hingga Kartosoewirjo.


    Kebangkitan Nasional adalah Proses Panjang


    Secara resmi, pemerintah menetapkan 20 Mei 1908 sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Namun, banyak kajian sejarah modern menegaskan bahwa kebangkitan nasional merupakan proses panjang yang dibangun oleh berbagai elemen pergerakan.


    Karena itu, kelahiran Sarekat Dagang Islam pada 1905 layak ditempatkan sebagai tonggak penting, khususnya dalam membangun kesadaran rakyat dan kemandirian ekonomi pribumi.


    Sarekat Islam membuka jalan bagi lahirnya politik rakyat, organisasi massa modern, serta persatuan bangsa yang berlandaskan kesadaran sosial dan spiritual.


    Relevansi untuk Indonesia Hari Ini


    Peringatan Hari Kebangkitan Nasional semestinya tidak berhenti pada seremoni tahunan. Semangat yang diwariskan para tokoh pergerakan tetap relevan untuk menjawab tantangan bangsa saat ini, seperti ketimpangan ekonomi, lemahnya kemandirian nasional, krisis moral, dan pentingnya menjaga persatuan.


    Dari Sarekat Islam, bangsa Indonesia belajar bahwa kebangkitan sejati dimulai dari keberanian berpikir merdeka, penguatan ekonomi rakyat, pendidikan, dan persatuan nasional.


    Karena pada akhirnya, kebangkitan bangsa bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan tentang bagaimana semangat perjuangan itu terus dihidupkan demi masa depan Indonesia yang lebih berdaulat dan bermartabat.


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini