-->
  • Jelajahi

    Copyright © IndateNews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Dari Aktivis Reformasi 1998 ke Kursi Camat, Harry Cahyadi Fokus Benahi Bogor Selatan

    Indate News
    25/04/26, April 25, 2026 WIB Last Updated 2026-04-25T11:41:58Z


    indate.net-KOTA BOGOR – Camat Bogor Selatan, Harry Cahyadi, memiliki latar belakang yang tak biasa sebelum menduduki jabatannya saat ini. Pria yang resmi menjabat sejak Januari 2026 itu diketahui pernah aktif sebagai mahasiswa dalam gerakan reformasi 1998.


    Harry Cahyadi menggantikan Irman Khaerudin sebagai Camat Bogor Selatan, setelah sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Kecamatan (Sekcam) di wilayah yang sama. Dalam perbincangan dengan media, Harry mengenang masa mudanya saat menjadi mahasiswa di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta.


    “Saya kuliah di UPN Veteran Jakarta, angkatan 1994. Waktu itu aktif di senat mahasiswa dan ikut berbagai aksi unjuk rasa pada masa reformasi 1998,” ujar Harry, Jumat (24/4/2026).


    Saat itu, UPN Veteran Jakarta tergabung dalam Forum Komunikasi Senat Mahasiswa Jakarta (FKSMJ), yang menjadi wadah koordinasi antar mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di ibu kota dalam menyuarakan tuntutan reformasi.


    Harry juga menceritakan kesehariannya saat masih menjadi mahasiswa. Ia mengaku kerap bolak-balik Bogor–Jakarta menggunakan kereta, bahkan sesekali menginap di kampus karena aktivitas organisasi.


    “Dulu pulang-pergi naik kereta karena tinggal di Bogor. Kadang juga menginap di kampus karena kegiatan. Sampai sekarang masih komunikasi dengan teman-teman satu angkatan lewat grup WhatsApp,” kenangnya.


    Setelah meniti karier di pemerintahan, Harry sempat bertugas di sejumlah instansi, di antaranya Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Bogor, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta menjabat sebagai Lurah Bojongkerta sebelum menjadi Sekcam Bogor Selatan.


    Kini, sebagai Camat Bogor Selatan, Harry menegaskan komitmennya untuk menciptakan wilayah yang aman dan nyaman bagi masyarakat. Ia menyebut terdapat tiga program prioritas yang menjadi fokus utama.


    “Prioritas kami meliputi penanganan kebencanaan, ketentraman dan ketertiban umum, serta kebersihan lingkungan,” jelasnya.


    Menurutnya, kondisi geografis Bogor Selatan yang didominasi wilayah perbukitan membuat potensi bencana, khususnya longsor, menjadi perhatian utama.


    “Bogor Selatan memiliki kontur wilayah yang naik-turun, sehingga rawan bencana seperti longsor. Ini yang menjadi fokus utama kami dalam upaya mitigasi,” kata Harry.


    Melalui program-program tersebut, Harry berharap dapat meningkatkan kualitas pelayanan serta menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tertata bagi warga Bogor Selatan.(*)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini