-->
  • Jelajahi

    Copyright © IndateNews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Aksi Begal Marak, Pemkot Bogor Siapkan Penambahan 100 CCTV

    Indate News
    17/04/26, April 17, 2026 WIB Last Updated 2026-04-16T22:46:21Z


    indate.net-BOGOR – Aksi pembegalan kembali meresahkan warga Kota Bogor. Seorang warga di wilayah Cikaret dilaporkan menjadi korban dan harus dilarikan ke rumah sakit setelah terlibat baku hantam dengan pelaku.


    Menanggapi insiden tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyatakan akan memperkuat sistem pengawasan dengan menambah ratusan kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik.


    Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, mengatakan penambahan CCTV telah masuk dalam rencana pemerintah daerah dan akan segera direalisasikan dalam waktu dekat.


    “Ada, kami akan tambah (CCTV), tambah 100 lagi,” ujar Dedie saat ditemui di Mako Korem Suryakencana 061, Kamis (16/4/2026).


    Menurutnya, keberadaan CCTV menjadi bagian penting dalam pengembangan Command Center Pemkot Bogor. Saat ini, lebih dari 110 kamera telah terhubung, namun jumlah tersebut dinilai belum memadai dibanding luas wilayah Kota Bogor yang mencapai 111 kilometer persegi.


    Dedie menargetkan ke depan setiap titik strategis, termasuk area dengan jarak sekitar 50 meter, dapat terpantau CCTV yang terintegrasi dengan Command Center.


    “Kalau ada kejadian kecelakaan lalu lintas, tindak kejahatan, atau kehilangan barang bisa langsung terdeteksi lengkap siapa dan di mana,” jelasnya.


    Ia menambahkan, penguatan sistem pengawasan ini diharapkan dapat meningkatkan kecepatan respons layanan kepada masyarakat sekaligus mendukung sistem pemerintahan berbasis elektronik.


    “Ini bagian dari upaya besar agar ke depan Kota Bogor menjadi lebih tertib, bersih, dan disiplin,” ujarnya.


    Sementara itu, aparat kepolisian juga meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya aksi kejahatan jalanan. Kasatreskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Aji Riznaldi Nugroho, menyebut aksi pembegalan umumnya terjadi pada waktu-waktu rawan, terutama dini hari.


    “Aksi pembegalan biasanya terjadi antara pukul 02.00 hingga 05.00 WIB, dan pelaku kerap beraksi di lokasi yang minim penerangan,” kata Aji.


    Polisi telah memetakan sejumlah titik rawan begal di enam kecamatan di Kota Bogor. Di antaranya wilayah Tanah Sareal seperti Cijambu dan Salabenda yang berbatasan dengan Kemang dan Parung.


    Selain itu, di Kecamatan Bogor Utara, aksi serupa kerap terjadi di Cimahpar, kawasan sekitar Katulampa, dan Pangkalan Dua. Sementara di Bogor Barat, titik rawan berada di wilayah Bubulak yang berbatasan dengan Laladon, serta di Bogor Selatan seperti Jalan Tentara Pelajar dan kawasan Pamoyanan.


    Tak hanya pembegalan, kepolisian juga mengidentifikasi lokasi rawan pencurian sepeda motor yang umumnya terjadi pada pagi hingga menjelang siang hari.


    “Biasanya terjadi di pemukiman padat dan area parkir umum pada pukul 09.00 hingga 12.00 WIB,” jelasnya.


    Beberapa titik rawan pencurian kendaraan antara lain kawasan Taman Kencana di Kecamatan Bogor Tengah, Perumahan Yasmin di Bogor Barat, serta pusat keramaian seperti area stasiun dan pasar tradisional, termasuk Pasar Anyar dan Pasar Bogor.


    Polisi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada jam-jam rawan, serta memanfaatkan fasilitas keamanan yang tersedia guna mencegah tindak kejahatan.(*)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini