indate.net-Pemerintah Kota Bogor kembali menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Pasar Bogor dan Plaza Bogor, Rabu (25/3/2026). Meski telah diberikan imbauan dan sosialisasi relokasi, sejumlah pedagang masih nekat berjualan di lokasi terlarang.
Penertiban dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor saat Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, melakukan peninjauan langsung ke kawasan Pasar Bogor dan Plaza Bogor pada Rabu pagi.
Dalam kegiatan tersebut, petugas mendapati sejumlah PKL masih beroperasi di beberapa titik, seperti Jalan Roda, Jalan Pedati, Jalan Bata, hingga Lawangseketeng. Petugas pun langsung mengamankan barang dagangan para pedagang yang melanggar aturan dengan menyiagakan kendaraan operasional.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan bahwa para PKL seharusnya sudah tidak lagi berjualan di kawasan tersebut. Ia menyebutkan, sebelumnya para pedagang telah menyepakati relokasi dan berkomitmen menghentikan aktivitas berjualan di lokasi lama setelah Lebaran.
“Sesuai kesepakatan saat sosialisasi relokasi, mereka berkomitmen mengakhiri lapak PKL pasca Lebaran,” ujar Dedie di lokasi.
Menurutnya, langkah penertiban ini merupakan bagian dari upaya penataan kawasan Pasar Bogor dan Plaza Bogor agar lebih tertib dan modern.
Selain kepada pedagang, Dedie juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan transaksi di lokasi yang dilarang. Ia menekankan bahwa aktivitas jual beli di badan jalan turut memperparah kemacetan dan ketidaktertiban.
Pemerintah Kota Bogor juga menyiapkan sanksi tegas bagi pelanggar, baik pedagang maupun pembeli. Ketentuan tersebut merujuk pada Peraturan Daerah tentang Ketertiban dan Keamanan Umum yang mengatur denda bagi pihak yang melanggar.
“Ada sanksi ketertiban umum bagi pedagang maupun pembeli. Saya minta Satpol PP memastikan aturan ini ditegakkan,” tegasnya.
Sebagai solusi, Pemkot Bogor telah merelokasi para PKL ke Pasar Gembrong dan Pasar Jambu Dua yang dinilai mampu menampung sekitar 1.200 pedagang.
Dedie menambahkan, hingga saat ini sekitar 400 pedagang telah menempati lokasi relokasi tersebut, baik hasil pemindahan maupun pedagang yang sebelumnya sudah beraktivitas di kedua pasar itu.
Ia berharap para pedagang yang masih bertahan di lokasi lama segera mengikuti relokasi demi menciptakan ketertiban dan kenyamanan bersama di kawasan Pasar Bogor.
“Sekitar 400 pedagang sudah masuk hasil relokasi maupun yang sebelumnya sudah berdagang di kedua pasar tadi,” pungkasnya.(*)


