indate.net-BOGOR – Pemerintah Kota Bogor resmi melantik tiga jajaran direksi Perumda Tirta Pakuan pada Jumat, 27 Maret 2026. Pelantikan berlangsung di Gedung Paseban Sribima, Balai Kota Bogor, sebagai bagian dari upaya memperkuat kinerja perusahaan daerah penyedia air bersih tersebut.
Adapun pejabat yang dilantik yakni Rino Indira Gusniawan sebagai Direktur Utama, Muzakkir sebagai Direktur Pelayanan Bisnis, serta Dani Rakhmawan sebagai Direktur Operasional.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menjelaskan bahwa penetapan ketiga nama tersebut telah melalui proses dan disesuaikan dengan rekomendasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Ia juga mengungkapkan bahwa percepatan pelantikan dilakukan agar roda organisasi Perumda dapat segera berjalan optimal.
“Ada beberapa nama yang dipertimbangkan, dan saya meminta agar pelantikan dipercepat supaya operasional perusahaan bisa segera berjalan lancar,” ujar Dedie.
Dalam arahannya, Dedie menekankan sejumlah tugas penting yang harus segera ditangani direksi baru. Salah satunya adalah keterlibatan aktif Perumda Tirta Pakuan dalam program pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) skala kota.
Menurutnya, proyek tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab Kementerian PUPR, tetapi juga melibatkan peran Perumda sebagai penyedia layanan air di daerah. Ia menyebut, pembangunan IPAL direncanakan mulai berjalan pada 2027, sementara proses peninjauan ulang Detail Engineering Design (DED) harus dirampungkan tahun ini.
“Pembiayaan memang disiapkan pemerintah pusat, namun yang harus dikejar sekarang adalah review DED agar penganggaran bisa masuk pada 2026,” jelasnya.
Selain itu, Dedie mengingatkan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat. Pasalnya, sekitar 70 persen kebutuhan air bersih warga Kota Bogor dipasok oleh Perumda Tirta Pakuan.
Ia meminta direksi baru untuk meningkatkan kualitas layanan serta memperkuat manajemen internal. “Kualitas pelayanan harus terus ditingkatkan dengan manajemen yang solid dan profesional,” tegasnya.
Tak hanya fokus pada layanan, penataan aset perusahaan juga menjadi perhatian. Berdasarkan data terakhir, nilai aset Perumda Tirta Pakuan mencapai sekitar Rp800 miliar dan dinilai sebagai salah satu BUMD dengan kondisi keuangan yang sehat serta kontribusi dividen yang baik bagi pemerintah daerah.
Menariknya, untuk mendukung kinerja pegawai, Pemkot Bogor turut melibatkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam pembinaan mental dan spiritual karyawan. Langkah ini diharapkan mampu menjaga semangat kerja di tengah beban tugas yang cukup besar.
“Penguatan mental dan spiritual penting agar para pegawai tetap termotivasi dalam menjalankan tugasnya,” pungkas Dedie.(JM)


