-->
  • Jelajahi

    Copyright © IndateNews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    DPRD Soroti Minimnya Keterlibatan Warga dalam Operasional SPPG di Kota Bogor

    Indate News
    29/03/26, Maret 29, 2026 WIB Last Updated 2026-03-29T14:34:21Z


    indate.net-BOGOR-DPRD Kota Bogor menyoroti pelaksanaan program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dinilai belum sepenuhnya melibatkan masyarakat di sekitar lokasi kegiatan. Padahal, program tersebut diharapkan mampu memberikan dampak langsung, termasuk membuka peluang kerja bagi warga setempat.


    Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor, Dedi Mulyono, mengungkapkan masih adanya keluhan dari masyarakat terkait minimnya keterlibatan dalam operasional SPPG. Hal ini ia temukan saat melakukan pemantauan langsung di lapangan.


    Menurut Dedi, sejumlah warga menyampaikan bahwa mereka belum mendapatkan kesempatan untuk terlibat, meskipun aktivitas SPPG berlangsung di lingkungan mereka. Ia menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius agar tujuan program dapat tercapai secara merata.


    “Program ini seharusnya tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga memberi manfaat nyata, khususnya bagi masyarakat di sekitar,” ujarnya.


    Ia menambahkan, harapan warga sebenarnya cukup sederhana, yakni dilibatkan dalam kegiatan dan memperoleh kesempatan kerja. Namun, kenyataannya masih ada warga yang merasa hanya menjadi penonton di wilayahnya sendiri.


    Dedi menegaskan bahwa keberadaan SPPG semestinya memprioritaskan tenaga kerja lokal, mulai dari tingkat RT, RW hingga kelurahan. Hal itu dinilai penting untuk memastikan pemerataan manfaat program serta mendorong keadilan sosial.


    Selain itu, ia juga mendorong agar proses rekrutmen tenaga kerja melibatkan perangkat wilayah seperti RT dan RW. Menurutnya, pihak tersebut lebih memahami kondisi dan kebutuhan warganya, sehingga penyerapan tenaga kerja bisa lebih tepat sasaran.


    “Jangan sampai peluang kerja yang ada justru dimanfaatkan oleh pihak luar, sementara warga sekitar tidak mendapatkan manfaat,” katanya.


    Lebih lanjut, Dedi mengingatkan bahwa program dengan skala besar seperti SPPG berpotensi menjadi penggerak ekonomi di tingkat lokal apabila dikelola dengan baik. Keterlibatan warga, kata dia, dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus menghidupkan perekonomian di lingkungan terkecil.


    Berdasarkan data dari Badan Gizi Nasional, saat ini terdapat sekitar 125 titik SPPG yang telah beroperasi di Kota Bogor. Dedi menilai jumlah tersebut menjadi peluang besar untuk memastikan program benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat.


    “Yang terpenting bukan hanya jumlahnya, tetapi bagaimana keberadaan SPPG ini bisa dirasakan langsung oleh warga,” pungkasnya.(*)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini