indate.net-BOGOR — Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus berupaya memperluas akses pendidikan global bagi generasi muda. Salah satunya melalui pertemuan inspiratif antara Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, dengan perwakilan sejumlah universitas ternama di Inggris yang berlangsung di Paseban Punta, Balai Kota Bogor, Senin (23/2/2026).
Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama pendidikan internasional, khususnya dalam membuka akses informasi dan kesempatan bagi pelajar Kota Bogor untuk melanjutkan studi ke luar negeri, terutama ke Inggris yang dikenal memiliki banyak perguruan tinggi berkelas dunia.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan apresiasi atas inisiatif promosi pendidikan internasional tersebut. Menurutnya, kegiatan semacam ini penting untuk memperluas wawasan sekaligus membuka peluang masa depan generasi muda agar mampu bersaing di tingkat global.
“Kita tentu sangat senang apabila semakin banyak anak Bogor yang dapat menempuh pendidikan di luar negeri. Biasanya ada dua faktor, dorongan orang tua atau kemampuan anak yang memang sudah siap. Keduanya perlu difasilitasi dengan informasi yang jelas,” ujar Dedie.
Ia menilai promosi pendidikan luar negeri perlu dilakukan secara lebih masif, terarah, dan menyasar pelajar sejak jenjang pendidikan menengah. Selain itu, transparansi informasi mengenai biaya pendidikan, sasaran peserta, hingga manfaat yang diperoleh menjadi hal penting agar masyarakat dapat mempertimbangkan peluang tersebut secara matang.
Dedie juga mendorong agar kegiatan promosi pendidikan tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan memberikan nilai tambah nyata, seperti peluang beasiswa maupun program pendampingan bagi calon mahasiswa.
“Tadi disampaikan akan ada expo pendidikan. Menurut saya perlu diperjelas biaya, target peserta, serta benefit yang bisa diperoleh, termasuk kemungkinan beasiswa. Jika ada minat, kita bisa bekerja sama membuat university fair yang lebih menarik dan berdampak,” jelasnya.
Lebih lanjut, Pemkot Bogor membuka peluang kolaborasi lintas perangkat daerah guna memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat. Kegiatan promosi pendidikan tersebut diharapkan dapat melibatkan Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) serta Dinas Pendidikan agar sosialisasi dapat menjangkau siswa maupun orang tua secara optimal.
Ia bahkan mengusulkan agar kegiatan tersebut dilaksanakan pada momentum strategis, seperti peringatan Hari Pendidikan Nasional atau awal tahun ajaran baru, sehingga partisipasi masyarakat dapat lebih maksimal.
“Kita bisa undang juga para orang tua agar mereka mengetahui peluang ini. Saya percaya banyak anak Bogor yang memiliki potensi besar untuk belajar di luar negeri dan nantinya kembali membawa manfaat bagi daerah,” tuturnya.
Sementara itu, Miranda Ananda selaku perwakilan Robert Gordon University Aberdeen di Indonesia menjelaskan bahwa kehadiran delegasi universitas Inggris bertujuan memperkenalkan berbagai pilihan studi sekaligus menjajaki kolaborasi dengan pemerintah daerah.
“Kami hadir sebagai perwakilan universitas-universitas di Inggris untuk mempromosikan program studi serta membangun kerja sama dengan pemerintah daerah, termasuk Kota Bogor, agar para siswa mendapatkan informasi langsung mengenai peluang pendidikan di UK,” ungkap Miranda.
Ia berharap kerja sama tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai program konkret, seperti mini expo pendidikan, campus tour, hingga sosialisasi peluang studi lanjut, termasuk jenjang magister (S2) dan doktoral (S3).
Pertemuan tersebut juga dihadiri perwakilan sejumlah universitas Inggris lainnya, antara lain Alfin dari University of Glasgow, Sissy dari University of Liverpool, Carmelita dari University of Sheffield, Trifty dari University of the West of England, serta Sekar dari Manchester Metropolitan University.
Melalui penjajakan kerja sama ini, Pemkot Bogor berharap akses pendidikan internasional bagi pelajar semakin terbuka, sekaligus mendorong lahirnya sumber daya manusia unggul yang mampu membawa pengalaman global untuk pembangunan daerah di masa depan.(*)


