-->
  • Jelajahi

    Copyright © IndateNews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Kunjungi Rekosistem, Wali Kota Bogor Perluas Ekosistem Sampah Bernilai Ekonomi

    Indate News
    27/02/26, Februari 27, 2026 WIB Last Updated 2026-02-27T09:32:30Z


    indate.net-BOGOR – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengajak para aktivis lingkungan, penggiat lingkungan, pengelola bank sampah, pengelola TPS3R, serta jajaran Pemerintah Kota Bogor mengunjungi fasilitas pemulihan material Rekosistem di Jalan Raya Ciawi–Sukabumi, Kelurahan Harjasari, Kecamatan Bogor Selatan, Kamis (26/2/2026).


    Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut atas capaian kinerja pengelolaan sampah Kota Bogor tahun 2025 yang berhasil meraih sertifikat predikat Menuju Kota Bersih dari Menteri Lingkungan Hidup.


    Dalam kegiatan itu, rombongan melihat langsung proses pemulihan berbagai jenis material sampah, seperti plastik, logam, kaca, elektronik, kertas, hingga kardus yang dipilah sesuai spesifikasi untuk dijadikan bahan baku industri. Selain itu, peserta juga meninjau proses filtrasi minyak jelantah yang dapat dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan industri, termasuk sebagai bahan baku pembuatan avtur.


    Dedie Rachim mengatakan, kunjungan tersebut bertujuan memperluas jangkauan pemilahan sampah dari hulu melalui sistem daur ulang yang terintegrasi.


    “Ke depan, kebijakan pengelolaan sampah tidak hanya berfokus di hilir, bukan hanya soal TPS atau waste to energy, tetapi bagaimana rumah tangga dan kelompok masyarakat ikut memilah serta memanfaatkan limbah yang masih memiliki nilai ekonomis,” ujarnya.


    Menurutnya, jika ekosistem pengelolaan sampah dapat terbangun dengan baik, maka proses pengolahan sampah di Kota Bogor akan semakin mudah sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.


    Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, komunitas lingkungan, pengelola bank sampah, dan TPS3R dapat semakin kuat melalui kemitraan dengan fasilitas pemulihan material. Dengan sistem yang terkonsolidasi, alur distribusi sampah bernilai ekonomis menjadi lebih jelas, mulai dari pembeli hingga mekanisme pengangkutannya.


    Dedie juga menegaskan bahwa persoalan sampah bukan semata tanggung jawab pemerintah. Ia menyebut penghargaan yang diterima Kota Bogor merupakan hasil kerja bersama, termasuk pasukan kebersihan, masyarakat, serta para pegiat lingkungan.


    Sementara itu, CEO dan Co-Founder Rekosistem, Ernest Layman, menjelaskan bahwa Rekosistem merupakan perusahaan teknologi pengelolaan sampah dan pemulihan material yang terus berkembang secara nasional.


    Saat ini, lebih dari 90 ribu rumah tangga telah terdaftar dalam sistem Rekosistem, dengan sekitar 130 juta kilogram sampah dikelola dan didaur ulang setiap tahun. Perusahaan tersebut juga bermitra dengan lebih dari 1.000 agregator di 126 kabupaten/kota serta mengoperasikan 50 waste station dan 21 Rekohub di berbagai daerah.


    Ernest mengatakan, salah satu tantangan utama pengelolaan sampah adalah kondisi sampah yang masih tercampur. Namun di fasilitas Rekohub, sekitar 90 persen sampah dapat diproses, dan sekitar 30 persen di antaranya memiliki nilai ekonomi tinggi.


    Untuk fasilitas di Kota Bogor, Rekohub berdiri di atas lahan seluas 3.000 meter persegi dengan bangunan seluas 756 meter persegi. Fasilitas ini mampu mengelola sekitar 2,3 juta botol plastik serta memfilter hingga 600 ribu kilogram minyak jelantah setiap tahun.


    “Setiap jenis sampah dipilah sesuai kebutuhan industri. Misalnya minyak jelantah harus melalui proses filtrasi dan uji laboratorium agar memenuhi standar pabrik,” jelasnya.


    Ia menambahkan, keterlibatan komunitas lingkungan, bank sampah, dan TPS3R menjadi faktor penting dalam memperkuat pengelolaan sampah dari hulu, sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Bogor memperluas sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.(*)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini