-->
  • Jelajahi

    Copyright © IndateNews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Pemkot Bogor Kebut Penyiapan Lahan untuk Gerai dan Pergudangan Program KKMP

    Indate News
    05/11/25, November 05, 2025 WIB Last Updated 2025-11-05T13:33:25Z


    indate.net-BOGOR – Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian (KUKMDAGIN) Kota Bogor menggelar rapat koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) bersama seluruh camat dan lurah se-Kota Bogor. Kegiatan berlangsung di Aula Hotel Pajajaran Suites BNR, Rabu (5/11/2025) sore.


    Kepala Dinas KUKMDAGIN Kota Bogor, Rahmat Hidayat mengatakan, rapat tersebut membahas percepatan pembangunan fisik gerai, pergudangan, serta fasilitas pendukung program KKMP dan KDMP sesuai amanat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17 Tahun 2025.


    “Dalam rakor ini, kami juga mendengarkan arahan dari Wamendagri Pak Bima Arya selaku Kepala Satgas percepatan pengadaan lahan. Tujuannya agar para lurah dan camat memahami kriteria lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan gerai dan fasilitas lain,” ujar Rahmat usai acara.


    Rahmat menambahkan, sebelum rakor ini digelar, pihaknya telah melakukan rapat terbatas bersama camat, lurah, dan unsur muspida. Pada pertemuan ini, setiap lurah diminta melaporkan titik lokasi lahan yang berpotensi dijadikan gerai, gudang, ataupun fasilitas KKMP dan KDMP.


    Berdasarkan ketentuan Inpres Nomor 17 Tahun 2025, lahan yang dibutuhkan seluas minimal 1.000 meter persegi dengan rencana bangunan berukuran 30 x 20 meter. Para lurah diminta mendata lahan yang tersedia di wilayah masing-masing.


    “Lahannya bisa berasal dari aset Pemkot, kementerian/lembaga (KL), BUMN, BUMD, hingga tanah eks-BLBI. Seluruhnya bisa diusulkan untuk diproses oleh satgas tingkat pusat,” jelasnya.


    Dalam rakor tersebut, sebanyak 68 kelurahan di Kota Bogor telah menyerahkan usulan lahan. Data tersebut kemudian diinput oleh Kodim ke portal Agrinas Nusantara, BUMN yang ditunjuk untuk membangun gerai, pergudangan, dan fasilitas lainnya.


    “Memang sampai hari ini masih nol titik lahan yang disetujui pusat. Namun setelah data diunggah dan memenuhi syarat, pembangunan akan segera dilakukan. Anggaran pembangunan bersumber dari pemerintah pusat melalui BUMN Agrinas Nusantara dengan nilai Rp3 miliar per lokasi,” tutup Rahmat.(*)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini