Siswa SMAN 9 Kota Bogor Dapat Edukasi Demokrasi, Ini Pesan Fetty Anggraenidini


indate.net-BOGOR – Pendidikan demokrasi bagi generasi muda menjadi salah satu upaya untuk membangun kesadaran politik sejak dini. Hal tersebut dilakukan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Komisi V dari Fraksi Partai Golkar, Fetty Anggraenidini, melalui kegiatan pendidikan demokrasi di SMAN 9 Kota Bogor, Jalan Mantarena, Kelurahan Panaragan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan bersama Teh Desi tersebut, para siswa mendapatkan materi mengenai pengertian demokrasi, penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dan kehidupan bernegara, hingga pentingnya menentukan pilihan secara bijak dan bertanggung jawab.

Fetty mengatakan, kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada para pelajar yang dalam waktu mendatang akan memasuki usia sebagai pemilih. Dengan bekal pengetahuan tersebut, mereka diharapkan dapat memahami pentingnya hak suara dalam proses demokrasi.

Menurut Fetty, pendidikan demokrasi perlu diperkenalkan sejak bangku sekolah agar generasi muda tidak hanya mengenal demokrasi secara teori, tetapi juga memahami penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Latar belakang kegiatan ini adalah supaya adik-adik mengetahui apa itu demokrasi. Kami ingin mereka memahami bagaimana demokrasi berjalan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk bagaimana demokrasi diterapkan di Indonesia,” ujarnya. Jumat (23/10/2026)

Ia menjelaskan, materi yang diberikan mencakup tiga pokok pembahasan. Pertama, pemahaman mengenai pengertian demokrasi. Kedua, pelaksanaan demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Ketiga, cara menentukan pilihan yang baik serta bertanggung jawab.

Fetty menilai, pemahaman tersebut penting agar para pelajar memiliki bekal pengetahuan yang memadai sebelum menggunakan hak pilihnya ketika telah memenuhi persyaratan sebagai pemilih.

Ia juga menekankan bahwa demokrasi tidak hanya berkaitan dengan pemilihan umum, tetapi dapat dijumpai dalam berbagai lingkungan kehidupan. Di sekolah, misalnya, demokrasi dapat diterapkan melalui pemilihan ketua OSIS. Sementara di lingkungan masyarakat dan pemerintahan, demokrasi diwujudkan melalui berbagai mekanisme pemilihan, mulai dari tingkat lokal hingga nasional.

“Suara mereka akan menentukan masa depan negara ini, mulai dari lingkup terkecil hingga terbesar. Misalnya, di lingkungan sekolah melalui pemilihan OSIS, kemudian di tingkat RT dan RW, pemilihan anggota legislatif, kepala daerah, gubernur, hingga presiden dan wakil presiden,” kata Fetty.

Ia berharap, melalui kegiatan tersebut, para siswa semakin memahami bahwa setiap suara memiliki arti dalam proses demokrasi. Karena itu, penggunaan hak pilih perlu didasari pengetahuan, pertimbangan yang matang, dan rasa tanggung jawab.

“Memang kami menekankan agar hak suara tersebut nantinya dipergunakan dengan sebaik-baiknya, karena satu suara begitu berarti bagi masa depan bangsa dan lingkungan sekitar,” tuturnya.

Kegiatan di SMAN 9 Kota Bogor ini menjadi sekolah pertama dalam pembukaan program pendidikan demokrasi tersebut. Program ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi bagi pelajar untuk mengenal demokrasi lebih dekat sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya partisipasi warga negara dalam kehidupan demokratis.

Melalui pendidikan demokrasi sejak dini, para pelajar diharapkan mampu menjadi pemilih yang memahami hak dan tanggung jawabnya serta berpartisipasi secara sadar dalam menentukan arah pembangunan di masa mendatang.(JM)