indate.net-BOGOR-Di tengah pesatnya perkembangan industri pangan modern, sebuah usaha rumahan pembuatan tahu Sumedang di kawasan Cimanggu, Gang Pahlawan Tijan, RT 03/15, Kelurahan Kedung Waringin, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, tetap bertahan dan eksis hingga kini. Usaha ini menjadi bukti bahwa industri tradisional berbasis keluarga masih mampu bersaing dan mempertahankan kualitasnya.
Kawasan yang dikenal sebagai Cimanggu Pahlawan Tijan ini tidak hanya menyimpan nilai historis dari nama tokoh lokalnya, tetapi juga dikenal sebagai salah satu sentra produksi tahu Sumedang yang telah berdiri selama puluhan tahun. Salah satu pelaku usaha yang masih bertahan adalah pabrik tahu milik keluarga almarhum Yusuf.
Yusuf dikenal sebagai salah satu perintis usaha pembuatan tahu Sumedang di wilayah tersebut. Sejak awal berdiri hingga bertahun-tahun kemudian, usaha ini berkembang dan menjadi salah satu pemasok tahu bagi pedagang di sekitar Bogor. Setelah Yusuf meninggal dunia, usaha tersebut kini dilanjutkan oleh anak dan cucunya.
Pengelolaan usaha yang kini berada di tangan generasi penerus keluarga membuat pabrik ini tetap berjalan stabil. Dengan sistem manajemen yang terus diperbaiki dan menjaga kebersihan lingkungan produksi, usaha tahu tersebut tetap dipercaya oleh para pelanggan.
“Ini usaha keluarga yang sudah turun-temurun. Kami berusaha menjaga kualitas agar tetap sama seperti dulu,” ungkap salah satu pengelola yang merupakan anggota keluarga Yusuf.
Setiap hari, pabrik tahu ini memproduksi tahu Sumedang dalam jumlah besar untuk memenuhi permintaan pasar. Produk mereka tidak hanya dijual langsung, tetapi juga didistribusikan melalui para pedagang keliling yang kemudian menjajakan tahu tersebut ke berbagai wilayah di Kota Bogor dan sekitarnya.
Keunggulan utama tahu produksi Yusuf Fam terletak pada teksturnya yang halus dan lembut, serta cita rasa khas yang konsisten. Hal ini membuat banyak pelanggan setia terus kembali membeli, bahkan tidak sedikit yang mengaku ketagihan.
Selain itu, proses produksi yang dilakukan dengan memperhatikan kebersihan juga menjadi nilai tambah di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap higienitas makanan.
Di tengah persaingan dengan produk serupa dari berbagai daerah, termasuk dari Sumedang sebagai daerah asalnya, tahu produksi Cimanggu ini mampu mempertahankan identitas dan kualitasnya. Keberadaan usaha ini sekaligus menjadi salah satu penopang ekonomi lokal dan membuka lapangan kerja bagi warga sekitar.
Dengan komitmen menjaga kualitas dan meneruskan warisan usaha keluarga, pabrik tahu Sumedang Yusuf Fam di Cimanggu diharapkan dapat terus bertahan dan berkembang di masa mendatang.(JM)



