indate.net-BOGOR - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor terus memperkuat penanggulangan HIV dengan memperluas akses pemeriksaan, diagnosis, perawatan, dukungan, dan pengobatan (PDP) bagi orang dengan HIV (ODHIV).
Kepala Dinkes Kota Bogor, Erna Nuraena mengatakan, saat ini seluruh puskesmas dan rumah sakit (RS) di Kota Bogor telah dapat memberikan layanan tes dan diagnosis HIV. Dengan demikian, masyarakat memiliki akses lebih luas untuk melakukan deteksi dini dan memperoleh kepastian diagnosis.
“Selain layanan tes dan diagnosis, Kota Bogor juga terus memperkuat jejaring layanan PDP yang saat ini telah tersedia di seluruh Puskesmas, 9 RS, dan 7 klinik. Perluasan jejaring ini diharapkan dapat semakin mendekatkan layanan kepada ODHIV, mempercepat akses terhadap pengobatan dan pendampingan, serta mengurangi hambatan dalam memperoleh layanan kesehatan,” ungkap Erna, beberapa waktu lalu.
Menurut Erna, semakin luasnya ketersediaan layanan HIV di Kota Bogor diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk tidak ragu melakukan tes HIV dan memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia.
Dalam rangka mempercepat eliminasi HIV, Dinkes Kota Bogor juga memperkuat berbagai strategi penanggulangan secara komprehensif.
Strategi tersebut dilakukan melalui integrasi layanan HIV, peningkatan edukasi dan promosi kesehatan, serta penguatan upaya pencegahan dan penemuan kasus HIV pada kelompok sasaran.
Erna menjelaskan, masih terdapat sejumlah tantangan dalam penanggulangan HIV di Kota Bogor. Tantangan tersebut antara lain tingkat pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai HIV yang masih perlu ditingkatkan, stigma dan diskriminasi, serta persoalan psikologis dan sosial yang dihadapi ODHIV.
Sementara itu, sepanjang Januari-Juli 2026 telah ditemukan 255 kasus HIV baru dan 83 kasus AIDS.
Berdasarkan data hingga Juli 2026, tercatat 3.040 ODHIV ditemukan dan masih hidup atau sebesar 67 persen dari estimasi ODHIV.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.544 ODHIV atau 84 persen telah menjalani perawatan dan pengobatan ART. Sementara itu, sebanyak 1.226 ODHIV atau 48 persen telah mencapai viral load tersupresi.(*)
.jpeg)