Matangkan Venue dan Anggaran, Kota Bogor Siap jadi Tuan Rumah Porprov Jabar 2026


indate.net-BOGOR – Kota Bogor terus mematangkan persiapan sebagai salah satu tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026. Sebanyak 7.800 atlet dan ofisial dijadwalkan mengikuti pertandingan di Kota Hujan, termasuk lebih dari 500 atlet yang akan memperkuat kontingen tuan rumah.

Meski berbagai persiapan diklaim telah berjalan sesuai rencana, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor masih menghadapi pekerjaan rumah, terutama terkait pemenuhan kebutuhan anggaran yang hingga kini menyisakan kekurangan sekitar Rp2,8 miliar.

Kepala Dispora Kota Bogor, Anas S. Rasmana, mengatakan secara umum kesiapan Kota Bogor sebagai tuan rumah sudah cukup matang. Persiapan tersebut mencakup penyediaan venue pertandingan, administrasi penyelenggaraan, hingga pengalokasian anggaran.

"Secara umum kami sudah siap menyambut para atlet dan official. Tinggal sentuhan akhir di beberapa titik," ujar Anas di sela kegiatan Jumat Sehat di PWI Kota Bogor, Jumat (30/10/2026).

Menurut Anas, Kota Bogor akan mempertandingkan 25 cabang olahraga (cabor) dan tiga anak cabang olahraga, sehingga total terdapat 28 nomor atau kelompok pertandingan yang menjadi tanggung jawab tuan rumah.

Sejumlah pertandingan akan dipusatkan di kawasan GOR Pajajaran yang menjadi salah satu kompleks olahraga utama. Beberapa cabang olahraga yang dijadwalkan berlangsung di kawasan tersebut di antaranya petanque, panahan, drumband, panjat tebing, tarung derajat, dan judo.

Sementara itu, pertandingan lainnya akan memanfaatkan fasilitas Gymnasium serta sejumlah venue pendukung yang telah disiapkan.

Namun, tidak seluruh cabang olahraga dapat diselenggarakan di wilayah Kota Bogor. Beberapa cabor membutuhkan karakteristik lokasi dan fasilitas khusus sehingga harus dilaksanakan di daerah lain.

Di antaranya, gantole digelar di Majalengka, paralayang di kawasan Puncak, menembak di Cimahi, serta dayung di Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat.

"Ada cabor yang memang tidak bisa digelar di Kota Bogor karena membutuhkan lokasi khusus," jelasnya.

Penilaian TD Jadi Acuan Kesiapan

Anas menegaskan, kesiapan Kota Bogor tidak hanya berdasarkan penilaian internal pemerintah daerah. Tim Technical Delegate (TD) dari KONI Jawa Barat juga telah melakukan peninjauan dan penilaian terhadap kesiapan penyelenggaraan pertandingan.

Hasil penilaian tersebut, kata dia, menunjukkan bahwa secara umum Kota Bogor telah memenuhi berbagai aspek yang dibutuhkan untuk menjadi tuan rumah.

Bahkan, Kota Bogor sebelumnya telah dipercaya menjalankan peran sebagai chief of the meeting. Daerah ini juga disebut menjadi salah satu yang paling awal menyelesaikan penyusunan standar operasional prosedur (SOP) keolahragaan, SOP keuangan, serta Rencana Anggaran Biaya (RAB).

"Penilaian TD menjadi pegangan kami bahwa persiapan sudah berada di jalur yang benar," ungkapnya.

Meski demikian, sejumlah pekerjaan teknis masih harus diselesaikan agar seluruh venue benar-benar siap digunakan saat pertandingan berlangsung.

Kekurangan Anggaran Turun dari Rp8 Miliar Menjadi Rp2,8 Miliar

Persoalan pendanaan menjadi salah satu perhatian dalam persiapan Porprov Jabar 2026 di Kota Bogor.

Anas memaparkan, anggaran penyelenggaraan sempat mengalami penyesuaian cukup besar dari komitmen awal sekitar Rp563 miliar menjadi Rp52 miliar.

Dalam proses penyesuaian tersebut, kebutuhan anggaran sempat mengalami kekurangan sekitar Rp8 miliar. Namun, melalui efisiensi belanja dan upaya menggandeng sponsor, jumlah kekurangan itu berhasil ditekan menjadi Rp2,8 miliar.

"Kami terus berhemat dan menggandeng sponsor supaya kekurangan ini bisa semakin kecil," katanya.

Di sisi lain, dukungan pendanaan untuk kebutuhan olahraga juga mengalami peningkatan.

Hibah pakaian PBD untuk cabang olahraga yang sebelumnya dialokasikan sekitar Rp500 juta kini meningkat menjadi lebih dari Rp1 miliar. Sementara itu, anggaran kegiatan yang semula Rp1 miliar bertambah menjadi Rp3,8 miliar.

Kondisi tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan kontingen sekaligus mendukung kelancaran penyelenggaraan pertandingan.

Akses Venue Panjat Tebing Jadi Perhatian

Selain persoalan anggaran, Dispora Kota Bogor juga menyoroti kondisi sejumlah akses menuju arena pertandingan, khususnya di sekitar venue panjat tebing (wall climbing) dan kawasan jalur Sungai Cisadane.

Anas menjelaskan, kondisi akses yang belum sepenuhnya tertata disebabkan adanya pekerjaan proyek galian yang masih berlangsung, termasuk pemasangan jalur trotoar.

Pihaknya memastikan area yang terdampak pekerjaan tersebut akan diperbaiki sebelum pertandingan dimulai. Perbaikan tidak hanya menyasar akses jalan, tetapi juga kondisi tanah dan rumput di sekitar lokasi.

"Kami pastikan area yang terdampak diperbaiki, termasuk tanah dan rumputnya, sebelum pertandingan dimulai," tegasnya.

Dengan berbagai persiapan tersebut, Dispora Kota Bogor berharap penyelenggaraan Porprov XV Jawa Barat 2026 dapat berlangsung lancar dan memberikan kesan positif bagi atlet, ofisial, maupun masyarakat yang datang ke Kota Bogor.

Namun, penyelesaian kekurangan anggaran dan pembenahan sejumlah fasilitas pendukung tetap menjadi pekerjaan penting yang harus dituntaskan agar kesiapan sebagai tuan rumah tidak hanya sebatas administrasi, tetapi juga benar-benar terlihat saat pertandingan berlangsung.(*)