indate.net-BOGOR – Kabar duka menyelimuti keluarga besar mantan Wali Kota Bogor, Diani Budiarto. Sang istri, Fauziah Badjideh, dikabarkan meninggal dunia pada Kamis (29/10/2026).
Almarhumah dimakamkan di Taman Pemakaman Pabambon Yasmin, Kelurahan Curug Mekar, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Prosesi pemakaman berlangsung dalam suasana haru. Isak tangis keluarga dan kerabat yang mengantarkan kepergian almarhumah mewarnai prosesi pemakaman tersebut.
Sejumlah pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor turut hadir untuk memberikan penghormatan terakhir. Di antaranya Ketua TP PKK Kota Bogor, Yantie Rachim, serta Asisten Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bogor, Iceu Pujiati.
Mewakili Pemkot Bogor, Iceu menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian perempuan yang dikenal memiliki kepribadian baik dan penuh perhatian tersebut.
"Kami mewakili Pemerintah Kota Bogor turut berduka cita atas meninggalnya Ibu Hajah Fauziah binti Haji Umar Badjideh," ujar Iceu kepada Radar Bogor, Kamis (29/10/2026).
Menurut Iceu, sebelum meninggal dunia, almarhumah diketahui tengah menjalani kondisi sakit. Namun, di balik kepergiannya, tersimpan banyak kenangan baik yang membekas bagi orang-orang yang pernah mengenalnya.
Ia mengenang Fauziah sebagai sosok ibu yang hangat, penyayang, dan mampu mengayomi orang-orang di sekitarnya. Bahkan, ketika Diani Budiarto menjabat sebagai Wali Kota Bogor, Fauziah memperlakukan para pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bogor layaknya anak sendiri.
"Ibu sosok yang baik, ibu yang memang mengayomi. Kami dianggap seperti anak-anak beliau," kenangnya.
Salah satu kenangan yang masih melekat dalam ingatan Iceu adalah ketika dirinya melaksanakan ibadah umrah ke Tanah Suci Makkah. Saat itu, Fauziah menitipkan permintaan sederhana, yakni oleh-oleh air zamzam yang dibawa saat tawaf.
Awalnya, Iceu sempat bertanya mengenai alasan di balik permintaan tersebut. Rupanya, air zamzam itu bukan sekadar buah tangan, melainkan akan digunakan Fauziah untuk berbuka puasa.
"Ketika saya umrah, beliau ini rajin puasa Senin-Kamis. Beliau hanya meminta kepada saya oleh-oleh air zamzam yang dibawa tawaf," tutur Iceu.
Ia kemudian mengetahui bahwa air zamzam tersebut memang secara khusus ingin digunakan almarhumah untuk berbuka puasa setelah menjalankan ibadah puasa sunah.
"Ibu memang rajin puasa Senin dan Kamis. Ternyata beliau bilang bahwa air zamzamnya ini dipergunakan untuk berbuka puasa," tambahnya.
Bagi Iceu, kenangan tersebut menjadi gambaran sederhana tentang sosok Fauziah yang dikenal tekun menjalankan ibadah dan memiliki kedekatan spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
Di akhir keterangannya, Iceu berharap seluruh amal ibadah dan kebaikan almarhumah mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT. Ia juga mendoakan agar Fauziah mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya serta wafat dalam keadaan husnul khatimah.
Kepergian Fauziah Badjideh meninggalkan duka bagi keluarga dan orang-orang yang pernah mengenalnya. Kenangan tentang sosok yang hangat, sederhana, dan mengayomi itu pun menjadi bagian dari penghormatan terakhir bagi almarhumah.(*)
