Dinsos Kota Bogor Siapkan Rehabilitasi Psikologis bagi Korban Kecanduan Judi Online dan Pinjol


indate.net-BOGOR – Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Sosial (Dinsos) memberikan perhatian terhadap persoalan kecanduan non-zat, termasuk perilaku bermain judi online (judol) secara berlebihan dan masalah yang berkaitan dengan pinjaman online (pinjol). Upaya penanganan ini mencakup rehabilitasi psikologis bagi warga yang membutuhkan pendampingan untuk memulihkan kondisi sosial dan psikologis mereka.

Layanan rehabilitasi tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap dampak sosial yang dapat muncul akibat perilaku adiktif. Kecanduan judi online, misalnya, berpotensi menimbulkan masalah keuangan, konflik keluarga, tekanan psikologis, hingga terganggunya aktivitas sehari-hari.

Sementara itu, persoalan pinjaman online dapat menjadi beban tambahan ketika seseorang terjebak dalam utang yang sulit dilunasi. Tekanan akibat tagihan dan kewajiban pembayaran berpotensi memengaruhi kondisi mental serta hubungan sosial di lingkungan keluarga.

Kepala Dinas Sosial Kota Bogor, Atep Budiman, menjadi narasumber yang perlu memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai pelaksanaan layanan tersebut, termasuk mekanisme pengajuan, kriteria penerima layanan, serta bentuk pendampingan yang dapat diakses masyarakat.

Penanganan Tidak Hanya Berfokus pada Individu

Penanganan masalah kecanduan non-zat membutuhkan pendekatan yang menyeluruh. Selain pendampingan psikologis, warga yang terdampak dapat membutuhkan dukungan keluarga, penguatan kondisi sosial, serta rujukan kepada tenaga profesional sesuai kebutuhan.

Dalam kasus kecanduan judi online, pendampingan dapat membantu seseorang mengenali pola perilaku yang merugikan, mengelola dorongan untuk kembali berjudi, dan membangun kebiasaan yang lebih sehat. Keterlibatan keluarga juga dapat menjadi bagian penting dalam proses pemulihan.

Adapun warga yang mengalami tekanan akibat pinjaman online perlu mendapatkan pendampingan sesuai persoalan yang dihadapi. Apabila terdapat gangguan psikologis, penanganan oleh tenaga profesional menjadi hal yang perlu dipertimbangkan. Sementara itu, persoalan utang dan dugaan pelanggaran oleh penyedia pinjaman perlu ditangani melalui jalur yang sesuai.

Masyarakat Perlu Mendapatkan Informasi yang Jelas

Ketersediaan informasi mengenai layanan rehabilitasi menjadi penting agar warga mengetahui ke mana harus mencari bantuan ketika menghadapi masalah kecanduan atau tekanan sosial dan psikologis.

Dinsos Kota Bogor perlu menjelaskan secara terbuka lokasi pelayanan, persyaratan, prosedur pendaftaran, serta apakah layanan diberikan secara langsung atau melalui mekanisme rujukan. Informasi tersebut dapat membantu masyarakat mengakses bantuan tanpa kebingungan.

Di sisi lain, persoalan kecanduan dan tekanan keuangan perlu ditangani tanpa memberikan stigma kepada orang yang terdampak. Dukungan keluarga dan lingkungan yang tidak menghakimi dapat membantu mereka mencari pertolongan lebih awal.

Dengan adanya layanan pendampingan yang tepat, warga diharapkan memiliki kesempatan untuk memperbaiki kondisi psikologis, membangun kembali hubungan sosial, dan menjalani aktivitas sehari-hari secara lebih sehat.(JM)