Bagus Maulana Terpilih Jadi Sekum HIPKA Jabar, Siapkan Penguatan Bisnis Pengusaha Alumni HMI


indate.net-BOGOR –Mantan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bogor, Bagus Maulana Muhammad, dipercaya menjabat Sekretaris Umum Badan Pen gurus Wilayah (BPW) Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Jawa Barat periode 2026–2031.

Bagus terpilih melalui musyawarah forum formatur dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) III BPW HIPKA Jawa Barat. Penunjukan tersebut menjadi bagian dari pembentukan kepengurusan baru organisasi pengusaha yang beranggotakan alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu.

Muswil III BPW HIPKA Jawa Barat turut dihadiri Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPKA, H. Kamrussamad, jajaran pengurus demisioner, serta para ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPKA dari kabupaten dan kota se-Jawa Barat.

Dalam forum tersebut, Kurnia Alfarizy kembali dipercaya memimpin BPW HIPKA Jawa Barat untuk periode 2026–2031. Ia terpilih secara aklamasi.

Terpilihnya Bagus sebagai sekretaris umum menjadi salah satu bagian penting dalam susunan kepengurusan baru. Pengalamannya di dunia usaha dan organisasi dinilai menjadi bekal untuk mendukung pengembangan HIPKA Jawa Barat ke depan.

Sebelum mendapat amanah tersebut, Bagus pernah menjabat Ketua Kadin Kota Bogor dan Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Bogor. Ia juga merupakan pengusaha di bidang konstruksi yang berkiprah di Kota Bogor.

Bagus menyatakan, jabatan barunya bukan sekadar posisi organisasi, melainkan tanggung jawab untuk memperkuat kolaborasi dan memperluas kontribusi pengusaha alumni HMI terhadap perekonomian daerah.

“Amanah sebagai Sekretaris Umum BPW HIPKA Jawa Barat periode 2026–2031 ini merupakan tanggung jawab besar sekaligus momentum bagi kita untuk bergerak lebih cepat. HIPKA Jabar ke depan harus menjadi wadah inklusif, kolaboratif, dan berbasis teknologi bagi para pengusaha alumni HMI,” ujar Bagus dalam siaran persnya, Rabu (28/10/2026).

Ia menjelaskan, salah satu langkah awal yang akan didorong adalah mengonsolidasikan potensi pengusaha di 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat jaringan usaha sekaligus membuka ruang kolaborasi antarpengusaha.

Menurut Bagus, konsolidasi tersebut penting untuk membangun ekosistem bisnis yang tangguh dan mampu mengikuti perkembangan teknologi digital. Selain itu, HIPKA diharapkan dapat membantu memperluas akses permodalan dan pasar bagi pelaku usaha, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Kami ingin mendorong lahirnya ekosistem bisnis yang resilient (tangguh), adaptif terhadap digitalisasi, serta mampu membuka akses permodalan dan pasar yang lebih luas bagi UMKM maupun industri daerah. HIPKA Jawa Barat siap menjadi episentrum pertumbuhan ekonomi inklusif di masa depan,” tutupnya.

Melalui kepengurusan periode 2026–2031, HIPKA Jawa Barat diharapkan mampu memperkuat sinergi antarpengusaha serta mendorong tumbuhnya peluang bisnis yang berkontribusi terhadap perekonomian daerah.(*)