-->
  • Jelajahi

    Copyright © IndateNews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Tirta Pakuan Siapkan Cadangan 3.000 Meter Kubik, Pelayanan Air Zona 4 Diperkuat

    Indate News
    12/08/26, Agustus 12, 2026 WIB Last Updated 2026-08-12T01:20:43Z


    indate.net-BOGOR – Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor terus melakukan penguatan infrastruktur untuk meningkatkan kualitas pelayanan air minum kepada masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan yakni mengoptimalkan fungsi Reservoir Merdeka yang berada di Jalan Merdeka, Kecamatan Bogor Tengah.


    Optimalisasi reservoir berkapasitas 3.000 meter kubik tersebut diarahkan untuk memperkuat kualitas, kuantitas, dan kontinuitas (K3) pasokan air minum, khususnya bagi pelanggan yang berada di wilayah pelayanan Zona 4.


    Direktur Operasional Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Dani Rakhmawan, mengatakan optimalisasi Reservoir Merdeka merupakan bagian dari langkah strategis perusahaan dalam meningkatkan keandalan sistem distribusi air kepada pelanggan.


    “Kami lakukan langkah strategis yang direalisasikan dengan optimalisasi Reservoir Merdeka berkapasitas 3.000 meter kubik yang berlokasi di Jalan Merdeka, Kecamatan Bogor Tengah. Langkah teknis ini dirancang secara khusus untuk memperkuat keandalan pasokan air bersih bagi para pelanggan yang berada di Zona 4,” kata Dani kepada wartawan, Selasa (11/8/2026).


    Menurut Dani, Zona 4 menjadi salah satu wilayah pelayanan yang menghadapi tantangan teknis seiring dengan pertumbuhan jumlah pelanggan. Selain itu, kondisi kontur wilayah yang bervariasi turut memengaruhi sistem distribusi air.


    Kondisi tersebut, kata dia, berpotensi menyebabkan penurunan tekanan air terutama pada jam-jam puncak penggunaan. Persoalan juga dapat terjadi di sejumlah titik ujung jaringan atau dead end yang berpotensi mengalami fluktuasi kontinuitas aliran.


    “Untuk mengatasi hal tersebut, optimalisasi infrastruktur penampungan dan pendistribusian air menjadi kebutuhan mendesak yang tidak dapat ditunda,” ujarnya.


    Dani menjelaskan, Reservoir Merdeka memiliki peran penting sebagai buffer tank atau penyeimbang pasokan air. Dengan kapasitas tampung mencapai 3.000 meter kubik, keberadaan reservoir tersebut diharapkan mampu menjaga kestabilan distribusi air ke pelanggan.


    Optimalisasi dilakukan melalui sejumlah langkah teknis, di antaranya penataan ulang sistem perpipaan, pengaturan Pressure Reducing Valve (PRV), hingga digitalisasi pemantauan debit air.


    Menurut Dani, penerapan sistem tersebut memungkinkan pengelolaan tekanan dan distribusi air dilakukan secara lebih terukur.


    “Jadi reservoir ini mampu menjaga stabilitas tekanan, untuk memastikan distribusi air ke rumah pelanggan di Zona 4 mengalir dengan tekanan yang stabil dan merata, baik di wilayah dataran tinggi maupun titik terjauh,” jelasnya.


    Selain menjaga tekanan air, optimalisasi Reservoir Merdeka juga ditujukan untuk memperkuat kontinuitas pelayanan hingga 24 jam. Cadangan air yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi pada jam sibuk, terutama pada pagi dan sore hari.


    Keberadaan reservoir juga diharapkan dapat membantu mengurangi dampak gangguan pelayanan ketika Perumda Tirta Pakuan melakukan pemeliharaan jaringan secara berkala.


    Dani menambahkan, optimalisasi reservoir tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kapasitas pelayanan, tetapi juga efisiensi operasional.


    Pola pengisian dan pengurasan reservoir akan diatur secara lebih terukur untuk menekan risiko air terbuang atau Non-Revenue Water (NRW). Di sisi lain, pengelolaan tersebut diharapkan dapat membantu menghemat konsumsi energi yang digunakan untuk pengoperasian pompa.


    “Kami juga lakukan efisiensi pengoperasian dengan mengoptimalkan pola pengisian dan pengurasan reservoir secara terukur sehingga dapat menurunkan risiko air terbuang (Non-Revenue Water/NRW) dan menghemat konsumsi energi pompa,” tegas Dani.


    Ia menyebut optimalisasi fasilitas tersebut diharapkan memberikan manfaat langsung bagi pelanggan, khususnya masyarakat yang berada di wilayah Zona 4.


    Dengan sistem distribusi yang lebih optimal, pelanggan diharapkan dapat menikmati aliran air yang lebih lancar dan stabil, termasuk saat terjadi peningkatan konsumsi pada jam-jam sibuk.


    Selain itu, cadangan air yang tersimpan di reservoir dapat menjadi salah satu penunjang ketika terjadi kendala teknis pada sumber utama sehingga pasokan dapat dialirkan lebih cepat sesuai kebutuhan sistem.


    “Langkah ini tidak hanya menjawab kebutuhan air bersih saat ini, tetapi juga menjadi fondasi infrastruktur yang kokoh untuk mendukung pertumbuhan Kota Bogor di masa depan,” pungkas Dani.(*)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini