-->
  • Jelajahi

    Copyright © IndateNews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    ASN Pemkot Bogor Diduga Terjatuh ke Sungai Cisadane, Pencarian Memasuki Hari Kedua

    Indate News
    14/08/26, Agustus 14, 2026 WIB Last Updated 2026-08-14T07:41:22Z


    indate.net-BOGOR – Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Kota Bogor, Bayu Zulkarnaen (36), diduga terjatuh dan terbawa arus Sungai Cisadane di wilayah perbatasan Kelurahan Cipaku dan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.


    Hingga Jumat (14/8/2026) pagi, Bayu belum ditemukan. Tim gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian yang telah memasuki hari kedua.


    Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, membenarkan bahwa korban merupakan warga Pamoyanan sekaligus ASN di lingkungan Pemerintah Kota Bogor.


    “Warga Pamoyanan, ASN pegawai Disarpus Kota Bogor. Pegawai kita, pegawai Pemkot,” kata Dimas saat dikonfirmasi, Jumat pagi.


    Peristiwa tersebut diduga terjadi pada Kamis (13/8/2026) malam, menjelang waktu Isya.


    Berdasarkan informasi sementara yang dihimpun petugas, Bayu sebelumnya melintas menggunakan sepeda motor di jembatan penghubung Cipaku-Pamoyanan. Jembatan tersebut diketahui menjadi salah satu jalur yang biasa dilalui korban.


    Namun, hingga kini belum ada saksi mata yang melihat langsung peristiwa saat Bayu diduga terjatuh ke sungai.


    Warga kemudian menemukan sepeda motor milik korban berada di ujung jembatan dengan kondisi mesin masih menyala.


    “Ditemukan motor masih menyala di atas di ujung jembatan,” ujar Dimas.


    Petugas kemudian menduga Bayu terjatuh ke aliran Sungai Cisadane yang berada di bawah jembatan. Dugaan tersebut diperkuat dengan ditemukannya helm dan tas yang diduga milik korban di permukaan air.


    Barang-barang tersebut ditemukan sekitar 100 meter dari titik yang diperkirakan menjadi lokasi korban terjatuh.


    “Dugaan sementara, yang bersangkutan ini terjatuh ke aliran di bawah jembatan. Karena diperkuat dengan ditemukannya helm dan tas di muka air radius sekitar 100 meter dari dugaan titik jatuh,” jelas Dimas.


    Hingga saat ini, BPBD Kota Bogor belum dapat memastikan penyebab Bayu diduga terjatuh ke sungai.


    Ketiadaan saksi mata membuat petugas belum dapat memastikan apakah kejadian tersebut merupakan kecelakaan tunggal, korban kehilangan keseimbangan, atau terdapat faktor lain.


    “Kalau karena apanya kita belum tahu, tapi yang pasti motornya ada di atas jembatan posisinya,” kata Dimas.


    Terkait kondisi jembatan, Dimas menyebut tingkat kemiringannya telah diperhitungkan. Namun, faktor lain di lokasi kejadian masih belum dapat dipastikan.


    “Kalau dibilang curam, mungkin kemiringannya sudah berdasarkan perhitungan. Cuma kondisi lain kita juga enggak bisa prediksi,” ungkapnya.


    Setelah menerima laporan, tim gabungan langsung melakukan pencarian terhadap Bayu. Operasi melibatkan BPBD Kota Bogor, tim SAR gabungan dan kepolisian.


    Petugas menyisir aliran Sungai Cisadane, termasuk sejumlah titik yang diperkirakan menjadi jalur korban terbawa arus.


    Pencarian kembali dilanjutkan pada Jumat (14/8/2026) pagi sekitar pukul 09.00 WIB dan memasuki hari kedua.


    “Masih melakukan pencarian tim gabungan. Hari kedua,” ujar Dimas.


    Hingga Jumat pagi, Bayu Zulkarnaen masih dinyatakan dalam pencarian. Tim gabungan terus melakukan penyisiran dengan mempertimbangkan kondisi medan serta arus Sungai Cisadane di sekitar lokasi kejadian.


    Petugas juga masih berupaya menemukan titik keberadaan korban untuk kemudian dilakukan proses evakuasi apabila ditemukan.(*)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini