indate.net-BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menargetkan proses pembongkaran Pasar Bogor selesai pada Desember 2026. Setelah tahapan tersebut rampung, kawasan strategis di pusat kota itu akan ditawarkan kepada investor melalui skema beauty contest untuk dikembangkan menjadi kawasan multifungsi yang mendukung sektor perdagangan, pariwisata, hingga penataan lalu lintas.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengatakan proses pembongkaran masih berjalan sesuai rencana. Pemerintah berharap tahapan tersebut dapat selesai tepat waktu agar pengembangan kawasan segera memasuki fase berikutnya.
"Progres pembongkaran Pasar Bogor masih berjalan. Mudah-mudahan Desember sudah selesai. Langkah selanjutnya, PD Pasar harus berani berekspansi dan memaksimalkan fungsi serta aset yang ada di Pasar Bogor," ujar Jenal, Kamis (2/7/2026).
Menurutnya, salah satu kebutuhan utama dalam pengembangan kawasan adalah penyediaan lahan parkir yang memadai. Pasar Bogor nantinya diproyeksikan menjadi kantong parkir bagi pengunjung Kebun Raya Bogor, masyarakat yang menuju kawasan Surya Kencana, hingga wisatawan religi di kawasan Empang.
Selain menjadi pusat parkir, kawasan tersebut juga akan dikembangkan dengan berbagai fungsi lain. Namun, konsep final akan ditentukan setelah proses beauty contest dan kajian investasi bersama pihak ketiga yang berminat mengelola kawasan tersebut.
"Kita akan melakukan beauty contest agar konsep yang dipilih tidak hanya menarik dari sisi investasi, tetapi juga membantu pemerintah mengatasi kemacetan di pintu masuk Kebun Raya dan kepadatan lalu lintas di Jalan Otto Iskandardinata (Otista)," jelasnya.
Sebagai gambaran awal, Pemkot Bogor telah menyiapkan sejumlah konsep pengembangan, di antaranya pasar tematik, pasar basah yang bersih dan modern, serta pusat oleh-oleh khas Bogor. Pada konsep pasar basah, aktivitas pengemasan barang akan dipindahkan ke luar area perdagangan sehingga lingkungan pasar menjadi lebih bersih dan tertata.
Pemerintah juga berencana menghidupkan kembali pasar tematik yang menjual berbagai produk unggulan khas Bogor, seperti yang pernah berkembang di kawasan samping vihara.
Tak hanya itu, kawasan Pasar Bogor juga dirancang memiliki convention hall yang representatif. Fasilitas tersebut diharapkan mampu menjadi lokasi penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala nasional maupun internasional, mengingat Kota Bogor hingga kini belum memiliki gedung pertunjukan berkapasitas besar.
"Bogor ingin memiliki tempat untuk pertunjukan dan berbagai kegiatan yang bisa menarik pengunjung dari luar kota bahkan mancanegara. Dengan adanya convention hall yang representatif, daya tarik wisata Kota Bogor akan semakin meningkat," kata Jenal.
Pemkot Bogor berharap pengembangan kawasan Pasar Bogor tidak hanya menjadi solusi atas persoalan kemacetan dan kepadatan aktivitas di pusat kota, tetapi juga mampu meningkatkan daya saing pariwisata serta mendorong pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Konsep ini diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan kekroditan di kawasan Pasar Bogor, tetapi juga menambah daya tarik wisata yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan pendapatan daerah," pungkasnya.(*)


