-->
  • Jelajahi

    Copyright © IndateNews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Wisuda di Gedung DPRD, Yayasan Ustmanil Hakim Cetak Generasi Qurani Berprestasi dan Siap Bersaing Global

    Indate News
    24/06/26, Juni 24, 2026 WIB Last Updated 2026-06-24T13:04:41Z


    indate.net-BOGOR – Yayasan Ustmanil Hakim kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam karakter, akhlak, dan nilai-nilai keislaman. Komitmen tersebut tercermin dalam pelaksanaan Wisuda Kelulusan Angkatan ke-7 SDIT Usmanil Hakim serta Wisuda Tahfiz Al-Qur’an yang berlangsung khidmat di Gedung DPRD Kota Bogor, Rabu (24/6/2026).


    Kegiatan yang dihadiri para orang tua, guru, pengurus yayasan, serta tamu undangan tersebut menjadi momentum penting bagi para siswa yang telah menyelesaikan jenjang pendidikan sekaligus menunjukkan capaian mereka dalam bidang akademik dan keagamaan.


    Pada tahun ajaran 2025/2026, SDIT Ustmanil Hakim meluluskan sebanyak 35 siswa kelas VI. Dari jumlah tersebut, 28 siswa mengikuti Wisuda Tahfiz Al-Qur’an yang berasal dari berbagai tingkatan kelas, mulai kelas I hingga kelas VI. Sementara itu, MTs Ustmanil Hakim mewisuda 29 siswa angkatan ketiga dan TK Usmanil Hakim meluluskan 28 peserta didik.


    Suasana haru dan bangga menyelimuti prosesi wisuda ketika para siswa menerima penghargaan atas perjuangan mereka selama menempuh pendidikan. Tidak hanya berhasil menyelesaikan pembelajaran formal, para peserta didik juga menunjukkan pencapaian dalam hafalan Al-Qur’an yang menjadi salah satu program unggulan lembaga pendidikan tersebut.


    Kepala Sekolah TK dan SDIT Ustmanil Hakim, Siti Suningsih, menegaskan bahwa program tahfiz yang dijalankan sekolah tidak semata-mata mengejar banyaknya hafalan, melainkan lebih menitikberatkan pada kualitas bacaan Al-Qur’an yang benar sesuai kaidah tajwid, makhraj huruf, dan tartil.


    “Alhamdulillah tahun ini SDIT Ustmanil Hakim meluluskan angkatan ke-7 dengan 35 wisudawan. Untuk wisuda tahfiz ada 28 peserta dari kelas 1 sampai kelas 6. Yang kami kejar bukan hanya hafalannya, tetapi juga makhraj huruf, tajwid, dan ketartilan membaca Al-Qur’an. Jadi harus sempurna dulu bacaannya sebelum bisa diwisuda,” ujar Siti.


    Menurutnya, pembentukan karakter religius menjadi fondasi utama dalam sistem pendidikan yang diterapkan di Yayasan Ustmanil Hakim. Oleh karena itu, proses pembelajaran tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembiasaan ibadah, penguatan akhlak, serta penanaman nilai-nilai moral sejak usia dini.


    Selain unggul dalam bidang keagamaan, para siswa juga menampilkan kemampuan berbahasa yang menjadi salah satu keunggulan sekolah. Dalam rangkaian acara wisuda, sejumlah siswa tampil menyampaikan pidato menggunakan empat bahasa, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Arab, dan Bahasa Sunda.


    Kemampuan tersebut merupakan hasil dari program pembiasaan bahasa yang secara rutin diterapkan di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan seperti English Day, Arabic Day, dan Sundanese Day, siswa didorong untuk berkomunikasi menggunakan bahasa tertentu pada hari-hari yang telah ditentukan.


    “Mr. Alex dari Amerika hadir sebagai salah satu guru dalam program English Day. Beliau membantu anak-anak lebih aktif dan percaya diri dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Salah satu karakter sekolah kami memang membiasakan siswa berbicara bahasa Inggris dalam satu hari khusus setiap pekannya,” jelas Siti.


    Keberadaan tenaga pengajar penutur asli (native speaker) dari Amerika Serikat menjadi salah satu upaya sekolah dalam meningkatkan kemampuan komunikasi internasional para siswa sejak usia dini. Langkah tersebut dinilai penting untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan global yang semakin kompetitif.


    Di bidang prestasi, siswa-siswi Yayasan Ustmanil Hakim juga terus menunjukkan perkembangan yang membanggakan. Sejumlah peserta didik berhasil mengharumkan nama sekolah melalui berbagai ajang kompetisi hingga tingkat Provinsi Jawa Barat.


    Beberapa di antaranya berhasil menjadi finalis Lomba Cerdas Cermat (LCC) serta meraih prestasi pada ajang Musabaqah Hifzhil Quran (MHQ). Capaian tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan yang mengintegrasikan aspek akademik dan keagamaan mampu menghasilkan peserta didik yang berprestasi di berbagai bidang.


    Dalam sambutannya, Siti memberikan pesan khusus kepada para lulusan agar senantiasa menjadikan akhlak dan adab sebagai prioritas utama dalam kehidupan. Menurutnya, keberhasilan akademik maupun kemampuan menghafal Al-Qur’an akan lebih bermakna apabila dibarengi dengan perilaku yang baik.


    “Harapan kami, anak-anak lebih mengedepankan adab dibandingkan ilmu. Karena untuk apa menjadi hafiz Al-Qur’an jika tidak memiliki akhlak yang baik. Selain itu, nilai-nilai yang sudah diajarkan di sekolah hendaknya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.


    Ia juga berpesan agar para alumni terus menjaga kedisiplinan dalam menjalankan ibadah, menghormati orang tua dan guru, serta menjaga nama baik almamater di manapun mereka melanjutkan pendidikan.

    “Jaga nama baik sekolah, jaga salat lima waktu tepat waktu, hormati kedua orang tua dan guru, serta jangan menjadi pribadi yang melupakan jasa orang-orang yang telah membimbing kita,” pesannya.


    Pemilihan Gedung DPRD Kota Bogor sebagai lokasi penyelenggaraan wisuda juga memiliki makna tersendiri. Selain memberikan pengalaman berbeda bagi para siswa, kegiatan di luar lingkungan sekolah diharapkan mampu menanamkan nilai tanggung jawab, disiplin, dan manajemen waktu.


    “Kami ingin anak-anak memiliki pengalaman tampil di luar lingkungan sekolah. Ada nilai perjuangan, kedisiplinan, dan manajemen waktu yang bisa mereka pelajari ketika harus datang tepat waktu ke lokasi acara,” kata Siti.


    Tak hanya berfokus pada pengembangan pendidikan, Yayasan Ustmanil Hakim juga dikenal aktif menjalankan berbagai program sosial yang ditujukan bagi masyarakat kurang mampu. Melalui program tersebut, yayasan memberikan pembebasan biaya pendidikan, uang pangkal, SPP, hingga fasilitas antar jemput bagi anak yatim dan keluarga prasejahtera yang telah melalui proses verifikasi.


    Program sosial tersebut menjadi bagian dari upaya yayasan untuk membuka akses pendidikan yang lebih luas dan merata, sehingga anak-anak dari berbagai latar belakang ekonomi memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan berkualitas.


    Komitmen tersebut terbukti membuahkan hasil positif. Sejumlah lulusan Yayasan Ustmanil Hakim berhasil melanjutkan pendidikan ke berbagai sekolah negeri dan madrasah favorit di wilayah Bogor, menunjukkan bahwa sistem pendidikan yang diterapkan mampu mencetak lulusan yang kompetitif.


    Melalui perpaduan pendidikan agama, akademik, penguasaan bahasa asing, pembentukan karakter, serta kepedulian sosial, Yayasan Ustmanil Hakim terus memperkuat perannya sebagai lembaga pendidikan yang berupaya melahirkan generasi Qurani yang berakhlak mulia, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan masa depan di tingkat nasional maupun global.(*)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini