-->
  • Jelajahi

    Copyright © IndateNews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    PDAM Tirta Pakuan Gratiskan Sedot Tinja, Edukasi Warga Soal Sanitasi

    Indate News
    06/05/26, Mei 06, 2026 WIB Last Updated 2026-05-05T23:38:49Z


    indate.net-
    BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor resmi meluncurkan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT) yang berpusat di Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Tanah Baru, Jalan Pangeran Asogiri, Selasa (5/5/2026). Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat infrastruktur sanitasi sekaligus mempercepat pencapaian target nasional 100-0-100.


    Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan, Rino Indira Gusniawan, mengatakan LLTT merupakan langkah strategis dalam mewujudkan standar kota sehat. Ia menekankan bahwa pengelolaan air limbah harus berjalan seiring dengan penyediaan air bersih.


    “Berdasarkan target SDGs, kami berkomitmen mencapai 100-0-100, yakni 100 persen akses air bersih, nol persen kawasan kumuh, dan 100 persen sanitasi aman, termasuk pengelolaan limbahnya,” ujar Rino.


    Namun demikian, ia mengungkapkan bahwa cakupan layanan sanitasi di Kota Bogor saat ini baru mencapai sekitar 6 persen dari total kebutuhan. Kondisi tersebut dinilai masih jauh dari target, sehingga diperlukan pengembangan infrastruktur dan sistem layanan secara bertahap dan berkelanjutan.


    Dalam pelaksanaannya, Perumda Tirta Pakuan bekerja sama dengan Perumda Transpakuan untuk penyediaan armada pengangkut lumpur tinja. Kerja sama ini menggunakan skema kontrak berbasis kinerja, di mana pembayaran disesuaikan dengan volume layanan yang terealisasi.


    Pada tahap awal, layanan sedot tinja diberikan secara gratis kepada masyarakat. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran warga dalam mengelola limbah domestik secara berkala.


    “Kami berharap masyarakat terbiasa melakukan pengelolaan limbah yang baik. Layanan gratis ini akan berlangsung hingga budaya sadar sanitasi terbentuk atau sampai ada kebijakan lanjutan,” kata Rino.


    Sementara itu, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menegaskan bahwa pengelolaan limbah domestik merupakan tanggung jawab pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam regulasi terbaru. Ia menilai layanan air bersih tidak dapat dipisahkan dari pengelolaan air limbah.


    Menurut Dedie, rendahnya cakupan layanan sanitasi menjadi tantangan besar bagi Pemkot Bogor. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antarinstansi, termasuk PDAM, Perumda Transpakuan, dan Dinas PUPR untuk meningkatkan kualitas layanan.


    Sebagai langkah jangka panjang, Pemkot Bogor juga merencanakan pembangunan tambahan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) guna menjangkau seluruh masyarakat.


    “Dengan upaya ini, kami berharap capaian layanan sanitasi dapat meningkat signifikan dalam beberapa tahun ke depan,” ujar Dedie.(*)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini