indate.net-BOGOR-Penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi XV Jawa Barat 2026 diperkirakan menjadi motor penggerak ekonomi di Kota Bogor. Kehadiran ribuan atlet, ofisial, dan suporter diyakini akan meningkatkan aktivitas di berbagai sektor, mulai dari jasa hingga pariwisata.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor, Anas S. Rasmana, menyampaikan bahwa Kota Bogor berperan sebagai salah satu tuan rumah bersama dalam ajang olahraga tingkat provinsi tersebut, bersama Kota Bekasi dan Kota Depok. Penetapan ini telah ditetapkan melalui keputusan resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Besarnya jumlah atlet dan ofisial yang datang tentu akan berdampak pada meningkatnya perputaran ekonomi di Kota Bogor,” ujar Anas dalam kegiatan press gathering di Kantor Dispora Kota Bogor, Rabu (8/4/2026).
Dalam ajang tersebut, Kota Bogor dijadwalkan menjadi tuan rumah untuk 24 cabang olahraga dan 28 subcabang, dengan total 418 nomor pertandingan yang memperebutkan ratusan medali emas.
Dari sisi partisipasi, sekitar 5.400 lebih atlet dan ofisial diperkirakan akan hadir dari seluruh wilayah Jawa Barat. Jumlah tersebut belum termasuk suporter yang turut meramaikan jalannya pertandingan.
Lonjakan jumlah pengunjung ini diprediksi akan meningkatkan kebutuhan akomodasi, transportasi, hingga konsumsi. Sektor perhotelan, restoran, dan jasa lainnya pun diharapkan ikut merasakan dampaknya.
Saat ini, Kota Bogor dinilai memiliki kesiapan infrastruktur penunjang yang memadai. Tercatat tersedia puluhan rumah sakit, ratusan tempat makan, serta lebih dari seratus hotel dan penginapan untuk mendukung kebutuhan para peserta.
Selain itu, pelaksanaan Porprov juga membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal. Sekitar 1.000 tenaga kerja diperkirakan akan terlibat sebagai panitia, relawan, hingga petugas pendamping kontingen.
Tak hanya sektor jasa, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga berpotensi mendapat manfaat. Produksi atribut resmi seperti maskot event menjadi salah satu peluang ekonomi yang bisa dimanfaatkan.
Pemerintah Kota Bogor sendiri telah menyiapkan anggaran lebih dari Rp8 miliar melalui APBD 2026 untuk mendukung penyelenggaraan ajang tersebut, khususnya dari sisi teknis dan operasional.
Rangkaian persiapan terus berjalan, mulai dari proses verifikasi hingga pendaftaran atlet. Sementara itu, pelaksanaan pertandingan dijadwalkan berlangsung pada November 2026.
Dengan berbagai persiapan yang dilakukan, Pemerintah Kota Bogor berharap ajang ini tidak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan olahraga, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.(JM)


