-->
  • Jelajahi

    Copyright © IndateNews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Dampak WFH ASN, Program MBG Diefiensikan, Pemerintah Bidik Penghematan APBN Puluhan Triliun

    Indate News
    01/04/26, April 01, 2026 WIB Last Updated 2026-04-01T00:17:40Z


    indate.net-Pemerintah meluncurkan kebijakan 8 Butir Transformasi Budaya Kerja Nasional sebagai langkah strategis untuk merespons ketidakpastian ekonomi global. Selain bertujuan mengurangi mobilitas masyarakat, kebijakan ini juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan fiskal negara.


    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa berbagai langkah efisiensi yang diterapkan berpotensi menghemat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga puluhan triliun rupiah.


    Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers pemerintah pada Selasa, 31 Maret 2026, yang membahas strategi mitigasi risiko ekonomi serta antisipasi dinamika global.


    Salah satu kebijakan yang menjadi sorotan adalah penerapan Work From Home (WFH) satu hari dalam sepekan bagi aparatur sipil negara (ASN). Kebijakan ini diproyeksikan mampu menekan pengeluaran negara hingga sekitar Rp6,2 triliun, terutama dari berkurangnya beban subsidi bahan bakar minyak (BBM).


    “Penerapan WFH satu hari bagi ASN dapat menghasilkan penghematan APBN sekitar Rp6,2 triliun dari penurunan kompensasi BBM,” ujar Airlangga.


    Tak hanya berdampak pada keuangan negara, kebijakan tersebut juga dinilai mampu meringankan beban pengeluaran masyarakat. Dengan berkurangnya mobilitas pekerja, konsumsi BBM rumah tangga diperkirakan ikut menurun. Pemerintah memperkirakan potensi penghematan di tingkat masyarakat dapat mencapai sekitar Rp9 triliun secara nasional.


    Selain itu, pemerintah juga melakukan efisiensi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penyesuaian dilakukan pada skema pelaksanaan tanpa mengurangi kualitas asupan gizi bagi penerima manfaat.


    Dalam skema terbaru, penyediaan makanan difokuskan pada hari efektif kegiatan belajar, yakni lima hari dalam sepekan. Kebijakan ini diperkirakan mampu menghasilkan efisiensi anggaran yang lebih besar, dengan potensi penghematan mencapai sekitar Rp20 triliun.


    Pemerintah optimistis rangkaian kebijakan tersebut dapat menjaga stabilitas fiskal sekaligus memperkuat daya tahan ekonomi nasional di tengah tekanan global yang masih berlangsung.(*)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini