indate.net-Bogor-Nama Jumhur Hidayat kembali menjadi sorotan publik seiring kiprah panjangnya yang melintasi dunia aktivisme hingga pemerintahan. Perjalanan hidupnya mencerminkan dinamika demokrasi Indonesia, dari masa tekanan politik hingga keterlibatan dalam lingkar kekuasaan negara.
Saat menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung, Jumhur dikenal sebagai aktivis mahasiswa yang vokal mengkritik kebijakan pemerintah pada era Orde Baru. Salah satu aksi yang sempat menyita perhatian terjadi ketika ia melakukan protes terhadap kehadiran Menteri Dalam Negeri saat itu, Rudini, dalam sebuah kunjungan kampus.
Aktivitas kritis tersebut berujung pada penangkapan dan penahanan oleh pemerintah Orde Baru. Jumhur diketahui menjalani masa penjara selama kurang lebih tiga tahun. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya sebagai aktivis.
Setelah bebas, ia tetap aktif di berbagai organisasi dan lembaga. Jumhur tercatat pernah terlibat dalam Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia serta menjadi bagian dari Dewan Pakar Syarikat Islam. Pada awal 1990-an, ia juga aktif di Center for Information and Development Studies (CIDES) serta mendirikan sejumlah organisasi yang berfokus pada isu ketenagakerjaan.
Di antaranya adalah Yayasan Kesejahteraan Pekerja Indonesia (YKPI) dan Gabungan Serikat Pekerja Merdeka Indonesia (Gaspermindo), yang bergerak dalam pemberdayaan buruh. Selain itu, ia juga terlibat dalam organisasi pekerja lain seperti Gabungan Persatuan Sopir Indonesia (Gapersi) dan Asosiasi Pedagang Grosir Keliling Indonesia.
Dalam perkembangannya, Jumhur dikenal luas sebagai aktivis buruh nasional yang kerap menyuarakan aspirasi pekerja. Ia beberapa kali mengkritik kebijakan pemerintah yang dinilai berdampak pada kaum buruh.
Pada tahun 2020, Jumhur kembali berhadapan dengan proses hukum setelah menyampaikan kritik terhadap pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja melalui media sosial. Ia kemudian divonis 10 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 2021.
Usai menjalani masa hukuman, Jumhur kembali aktif dalam gerakan buruh dan dipercaya memimpin Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI).
Di bidang pemerintahan, Jumhur sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala BNP2TKI pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Terbaru, pada era Presiden Prabowo Subianto, ia kembali dipercaya masuk kabinet sebagai Menteri Lingkungan Hidup.
Perjalanan Jumhur Hidayat menjadi salah satu gambaran transformasi seorang aktivis menjadi pejabat negara. Dari pengalaman sebagai tahanan hingga dipercaya menduduki jabatan publik, kisahnya mencerminkan perubahan dalam lanskap politik dan demokrasi di Indonesia.(*)


