indate.net-Pemerintah memutuskan untuk tidak melanjutkan rencana penerapan pembelajaran daring bagi siswa di tengah kekhawatiran dampak krisis global. Kebijakan ini diambil guna menjaga mutu pendidikan sekaligus mencegah penurunan capaian akademik atau learning loss.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menegaskan bahwa proses belajar mengajar harus tetap berlangsung secara optimal melalui tatap muka di sekolah.
“Pembelajaran perlu berjalan maksimal dan tidak boleh menimbulkan learning loss. Karena itu, pelaksanaan pendidikan tetap diprioritaskan secara luring,” ujar Pratikno dalam keterangan tertulis, Rabu (25/3).
Ia mengungkapkan, sebelumnya pemerintah sempat mempertimbangkan skema pembelajaran campuran atau hybrid yang menggabungkan metode daring dan luring. Namun, hasil koordinasi lintas kementerian menyimpulkan bahwa pembelajaran jarak jauh belum menjadi kebutuhan mendesak saat ini.
Menurut Pratikno, langkah tersebut selaras dengan fokus pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya melalui sektor pendidikan. Berbagai program seperti revitalisasi sekolah hingga pengembangan sekolah unggulan terus didorong untuk mempercepat peningkatan mutu pendidikan nasional.
Kebijakan ini juga merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan percepatan transformasi nasional di tengah tantangan global. Pemerintah memandang situasi krisis sebagai momentum untuk mempercepat agenda strategis, termasuk di bidang pendidikan.
Selain itu, pemerintah turut mendorong transformasi birokrasi melalui pemanfaatan sistem pemerintahan berbasis elektronik, efisiensi anggaran, serta penerapan pola kerja fleksibel secara terukur. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mendukung pembangunan yang lebih efektif dan berkeadilan.(*)


