indate.net-BOGOR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor menyiagakan ratusan tenaga kesehatan serta sejumlah posko pelayanan kesehatan untuk mengantisipasi potensi kegawatdaruratan selama libur Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.
Sebanyak 212 tenaga kesehatan diterjunkan untuk mendukung pelayanan medis bagi masyarakat maupun pemudik selama periode arus mudik, hari H Lebaran, hingga arus balik.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Erna Nuraena, mengatakan seluruh fasilitas kesehatan diminta tetap bersiaga selama masa libur Lebaran yang berlangsung pada 18–24 Maret 2026.
“Seluruh fasilitas kesehatan kami siagakan, mulai dari 22 rumah sakit, 25 puskesmas hingga UPTD PSC 119 selama periode libur Lebaran,” ujar Erna, Kamis (12/3/2026).
Selain menyiapkan personel medis, Dinkes Kota Bogor juga menyiapkan armada ambulans guna mempercepat penanganan kegawatdaruratan. Tercatat sebanyak 25 ambulans ditempatkan di puskesmas, empat ambulans di PSC 119, serta enam ambulans motor.
Untuk memperkuat layanan kesehatan bagi pemudik, Dinkes juga mendirikan enam pos pelayanan kesehatan sementara yang terintegrasi dengan posko kepolisian. Posko tersebut berada di Terminal Baranangsiang, Simpang Yasmin, Simpang Bubulak, Simpang BORR, Eks Bogor Plaza, dan Simpang Empang.
Setiap pos kesehatan akan beroperasi dalam dua sif, yakni pukul 08.00–14.00 WIB dan 14.00–21.00 WIB. Di setiap pos disiagakan satu perawat, satu pengemudi ambulans, serta dokter yang dapat dihubungi sewaktu-waktu.
“Petugas di pos kesehatan terdiri dari perawat, sopir ambulans, dan dokter yang bersifat on call,” jelas Erna.
Selain itu, layanan Unit Gawat Darurat (UGD) 24 jam di sejumlah puskesmas tetap beroperasi selama libur Lebaran. Layanan tersebut tersedia di Puskesmas Pasir Mulya, Tanah Sareal, Bogor Timur, Bogor Utara, Bogor Tengah, dan Cipaku.
Tak hanya itu, layanan persalinan 24 jam juga tetap tersedia di 21 puskesmas selama masa libur Idulfitri.
Sebagai upaya menekan risiko kecelakaan lalu lintas, Dinkes Kota Bogor juga akan melakukan skrining kesehatan bagi sopir bus di Terminal Baranangsiang dan Terminal Bubulak pada 17 Maret 2026.
Pemeriksaan tersebut meliputi pengecekan tekanan darah, gula darah, kadar kolesterol, kadar alkohol, hingga tes narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) melalui sampel urin.
“Jika pengemudi dinyatakan tidak laik mengemudi, maka harus diganti dan akan dirujuk untuk mendapatkan penanganan medis,” tegasnya.
Sementara itu, pelayanan publik tatap muka di Kantor Dinkes Kota Bogor akan ditutup mulai 18 hingga 24 Maret 2026. Meski demikian, pelayanan terkait pembiayaan kesehatan tetap berjalan secara daring.
Dinkes juga memastikan pembiayaan bagi peserta BPJS Kesehatan maupun Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) tetap terjamin melalui koordinasi lintas sektor. Untuk kasus kecelakaan lalu lintas selama masa libur Lebaran, penjaminan biaya pengobatan juga telah disiapkan melalui skema masing-masing, baik oleh Jasa Raharja maupun BPJS Kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku.
Erna mengimbau masyarakat maupun pemudik agar tetap menjaga kondisi kesehatan selama perjalanan. Ia juga mengingatkan warga untuk selalu membawa kartu JKN-KIS serta menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
“Masyarakat juga dapat menghubungi PSC 119 apabila terjadi kondisi kegawatdaruratan agar penanganan bisa dilakukan dengan cepat,” pungkasnya.(*)


