indate.net-BOGOR- Pihak pelaksana proyek pembangunan di kawasan Rumah Sakit Marzoeki Mahdi (RSMM) terus melakukan berbagai langkah mitigasi dampak lingkungan akibat aktivitas keluar-masuk kendaraan proyek. Salah satunya dengan membangun fasilitas washing bay atau tempat pencucian roda kendaraan berat guna mencegah tanah tercecer ke jalan raya.
Pelaksana proyek, Aditya, menjelaskan bahwa pembangunan washing bay dilakukan sebagai upaya menjaga kebersihan jalan sekaligus mengantisipasi potensi kecelakaan lalu lintas akibat material proyek yang terbawa kendaraan.
“Upaya ini dilakukan agar kendaraan yang keluar dari area proyek sudah dalam kondisi bersih dan tidak menimbulkan tanah di jalan. Malam ini pengerjaan washing bay sudah selesai dan besok sudah bisa digunakan,” ujar Adit.
Ia menerangkan, seluruh kendaraan bermuatan diwajibkan melewati fasilitas tersebut sebelum keluar dari gerbang proyek. Mekanismenya, kendaraan akan masuk ke kolam pencucian dengan kedalaman sekitar 50 sentimeter atau setengah tinggi ban truk tronton.
Di dalam area tersebut, roda kendaraan dibersihkan terlebih dahulu, kemudian dilakukan penyemprotan lanjutan di bagian depan hingga dipastikan benar-benar bersih sebelum menuju jalan umum.
Menurut Arif, penggunaan washing bay mampu mempercepat proses pembersihan kendaraan dibanding metode manual. Jika penyemprotan biasa membutuhkan waktu sekitar 30–35 menit, maka dengan sistem ini proses pembersihan dapat dipangkas menjadi sekitar 10–15 menit.
“Dengan waktu yang lebih cepat, kendaraan tidak menumpuk di dalam proyek sehingga aktivitas tetap berjalan lancar,” katanya.
Aktivitas kendaraan proyek diperkirakan mencapai 20 hingga 30 unit per hari. Untuk meminimalkan gangguan lalu lintas, operasional kendaraan bermuatan besar dilakukan pada malam hari, umumnya mulai pukul 21.00 hingga 24.00 WIB, bahkan bisa berlanjut hingga pukul 01.00–02.00 WIB tergantung antrean bongkar muat.
“Kami memilih bekerja malam agar tidak menimbulkan kemacetan karena kendaraan yang digunakan berukuran besar,” jelasnya.
Sementara itu, kendaraan mixer beton tetap beroperasi pada siang hari menyesuaikan kebutuhan pekerjaan konstruksi.
Selain penggunaan washing bay, pihak proyek juga menyiagakan petugas pembersihan jalan sebagai langkah tambahan pencegahan. Sebanyak enam personel diterjunkan untuk melakukan penyemprotan manual menggunakan dua unit pompa bertekanan tinggi.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada sisa tanah yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Arif menegaskan bahwa seluruh prosedur yang diterapkan telah mengikuti standar operasional prosedur (SOP), bahkan disebut telah melampaui ketentuan yang berlaku.
“Kami berupaya maksimal agar pekerjaan proyek tetap berjalan tanpa mengganggu masyarakat maupun keselamatan pengguna jalan,” ujarnya.
Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan dampak aktivitas proyek terhadap lingkungan sekitar dapat diminimalkan, sekaligus menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat yang melintas di kawasan tersebut.(JM)


