indate.net-Bogor – Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor menunjukkan kinerja yang optimal sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026. Fokus pembangunan pada ruang terbuka hijau, penataan kawasan permukiman, serta pengelolaan lingkungan dinilai memberikan dampak nyata bagi kualitas hidup masyarakat.
Berdasarkan data terkini, serapan anggaran Disperumkim Kota Bogor pada tahun
2025 mencapai 96 persen dari total anggaran sekitar Rp200 miliar. Tingginya
serapan anggaran ini mencerminkan efektivitas pelaksanaan program dan kegiatan
yang telah direncanakan.
Kepala Dinas Perumkim Kota Bogor, Chusnul
Rozaqi, mengatakan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja
kolektif seluruh jajaran serta sinergi dengan berbagai pihak.
“Serapan anggaran yang tinggi ini menunjukkan bahwa program-program
Disperumkim berjalan sesuai rencana dan tepat sasaran. Fokus kami adalah
memastikan pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar
Chusnul.
Salah satu capaian penting Disperumkim Kota Bogor sepanjang 2025 adalah pengurangan kawasan kumuh seluas 30 hektare.
Upaya ini dilakukan melalui penataan kawasan permukiman, peningkatan
infrastruktur dasar, serta perbaikan lingkungan secara berkelanjutan.
Selain itu, Disperumkim Kota Bogor juga meraih penghargaan peringkat ketiga pengelolaan data terbaik tingkat
Kota Bogor pada November 2025. Penghargaan tersebut mencerminkan
peningkatan tata kelola data, akurasi, serta transparansi dalam mendukung
kebijakan pembangunan perumahan dan permukiman.
Di bidang peningkatan sumber daya manusia, Disperumkim melaksanakan Program Pamong Walagri, yang salah
satunya berupa pemeriksaan kesehatan bagi seluruh pegawai. Program ini
bertujuan menjaga kebugaran dan produktivitas aparatur dalam memberikan pelayanan
publik.
“SDM yang sehat dan berkualitas menjadi kunci keberhasilan pembangunan.
Karena itu, kami tidak hanya fokus pada fisik pembangunan, tetapi juga pada
kesiapan aparatur,” tambah Chusnul.
Dalam pelaksanaan pekerjaan strategis tahun 2025, Disperumkim juga
menjalankan sejumlah paket kegiatan berdasarkan Keputusan Wali Kota Bogor. Di
antaranya adalah audiensi dan ekspose perencanaan pembangunan taman kota,
pelaksanaan pre-construction meeting di kawasan permukiman kumuh seperti di
Kelurahan Cibogor, serta penebangan pohon rawan tumbang sebagai langkah
mitigasi keselamatan warga.
Memasuki periode rencana kerja 2025–2026, Disperumkim Kota Bogor menetapkan
beberapa program utama, meliputi Program Penunjang
Urusan Pemerintahan Daerah, Program
Pengembangan Perumahan, Program
Kawasan Permukiman, serta Program
Pertanahan. Seluruh program tersebut diarahkan untuk meningkatkan
kualitas hunian, menata kawasan kumuh, serta memperkuat pengelolaan data pertanahan.
Chusnul Rozaqi menegaskan, Disperumkim Kota Bogor berkomitmen untuk terus
menghadirkan pembangunan yang berkelanjutan dan berorientasi pada kebutuhan
masyarakat.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat penataan kawasan, ruang terbuka hijau,
dan lingkungan permukiman agar Kota Bogor semakin nyaman, aman, dan layak
huni,” pungkasnya.(*)


