indate,.net-BOGOR – Area bekas Pohon Karet Kebo di depan Balai Kota Bogor kini telah berubah fungsi. Pemerintah Kota Bogor memanfaatkan lahan tersebut dengan menata ruang terbuka hijau berupa taman kota sebagai bagian dari penataan kawasan pusat pemerintahan.
Kepala Bidang Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor, Devi Librianti, menjelaskan bahwa pembangunan taman tersebut telah mulai dikerjakan sejak akhir pekan lalu. Tahapan awal dilakukan dengan pembentukan kanstin yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor.
“Pengerjaan kanstin sudah dimulai sejak Jumat kemarin, sementara penataan taman dilakukan hari ini,” ujar Devi, Selasa (27/1/2026).
Menurut Devi, pembangunan taman tersebut tidak menggunakan skema proyek khusus. Seluruh pekerjaan memanfaatkan anggaran pemeliharaan rutin dengan dukungan sumber daya yang telah tersedia di lingkungan pemerintah daerah.
“Petugas kami kerahkan dari internal, material yang digunakan juga yang ada, termasuk bibit tanaman yang berasal dari kebun pembibitan milik pemerintah,” jelasnya.
Meski demikian, untuk sementara belum ada rencana penanaman pohon berukuran besar di lokasi tersebut. Devi menyebutkan, kondisi lingkungan sekitar menjadi salah satu pertimbangan utama.
Di kawasan depan Balai Kota Bogor, lanjut dia, sudah terdapat banyak pohon besar. Penambahan pohon sejenis dikhawatirkan dapat memicu pertumbuhan yang tidak stabil akibat persaingan mendapatkan sinar matahari.
“Jika ditanam pohon besar lagi, ada potensi pohon tumbuh miring karena saling berebut cahaya,” katanya.
Selain itu, keberadaan sisa akar Pohon Karet Kebo yang masih tertanam di dalam tanah juga menjadi kendala teknis. Akar tersebut cukup sulit dibongkar sehingga menyulitkan proses penanaman kembali.
Faktor keselamatan pejalan kaki turut menjadi perhatian. Di area tersebut terdapat fasilitas penyeberangan zebra cross, sehingga penempatan pohon berukuran besar dinilai kurang ideal.
“Kalaupun nanti dilakukan penanaman, akan dipilih jenis tanaman yang tidak terlalu tinggi dan mampu tumbuh dengan toleransi terhadap naungan,” pungkas Devi.(*)


