indate.net-Bogor- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor mengawali tahun 2026 dengan sejumlah agenda strategis yang menyentuh berbagai aspek, mulai dari pengelolaan sampah berbasis teknologi, peningkatan kesejahteraan petugas kebersihan, hingga pengawasan isu lingkungan dan hukum yang menjadi perhatian publik.
Kepala DLH Kota Bogor, Denni
Wismanto, mengonfirmasi bahwa proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi
Listrik (PSEL) Bogor Raya direncanakan mulai berjalan pada tahun 2026. Proyek
ini menjadi salah satu langkah penting Pemerintah Kota Bogor dalam mengurangi
ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir (TPA) serta menekan volume
sampah yang terus meningkat setiap tahun.
Menurut Denni, PSEL dirancang
menggunakan teknologi modern yang tidak hanya mengolah sampah secara lebih
efektif, tetapi juga menghasilkan energi listrik. Kehadiran proyek ini
diharapkan mampu mendukung target Kota Bogor menuju pengelolaan sampah yang
lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.
“PSEL menjadi salah satu solusi
jangka panjang untuk persoalan sampah di Kota Bogor. Dengan teknologi ini,
sampah tidak hanya diolah, tetapi juga memberikan nilai tambah berupa energi,”
ujarnya.
Selain fokus pada infrastruktur, DLH
Kota Bogor juga menaruh perhatian pada kesejahteraan para petugas kebersihan.
Sebanyak 1.005 petugas kebersihan yang berada di bawah naungan DLH kini
telah mendapatkan perlindungan asuransi jiwa dari Allianz Life Syariah.
Perlindungan tersebut diberikan
sebagai bentuk penghargaan atas peran penting petugas kebersihan dalam menjaga
kebersihan dan kesehatan lingkungan kota. Di samping itu, DLH bersama mitra
swasta juga secara rutin melaksanakan kegiatan sosial, seperti pembagian paket
sembako, guna membantu meringankan beban ekonomi para petugas.
Langkah ini dinilai sebagai upaya
konkret pemerintah daerah dalam memastikan keselamatan dan kesejahteraan
petugas yang bekerja di lapangan dengan risiko tinggi.
Pasca perayaan malam pergantian
tahun 2026, DLH Kota Bogor bergerak cepat melakukan penanganan sampah di
sejumlah titik keramaian. Hampir 4 ton sampah berhasil diangkut dari
kawasan pusat kota, termasuk area Alun-Alun Kota Bogor dan sejumlah jalur
protokol.
Sebagai bagian dari upaya menjaga
kebersihan dan estetika kota, DLH juga menggandeng Persatuan Wartawan
Indonesia (PWI) serta Pemerintah Kota Bogor dalam kegiatan “Bebersih
Alun-Alun” yang digelar di awal tahun 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan
kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan ruang publik.
Selain itu, DLH juga terus melakukan pengawasan
dan koordinasi terkait pengelolaan limbah dan sampah lintas wilayah.
Langkah ini dilakukan menyusul mencuatnya isu pengiriman sampah dari daerah
sekitar, seperti Tangerang Selatan,
ke wilayah Bogor. Koordinasi lintas daerah dilakukan guna memastikan tidak
terjadi pelanggaran aturan lingkungan dan menjaga kelestarian wilayah Kota
Bogor.
Dengan berbagai langkah tersebut, DLH Kota Bogor menegaskan komitmennya
untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan hidup di tahun 2026.
Mulai dari inovasi pengolahan sampah, perlindungan petugas, hingga pengawasan
isu strategis, DLH berharap seluruh elemen masyarakat dapat ikut berperan aktif
dalam menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan Kota Bogor.(*)


