-->
  • Jelajahi

    Copyright © IndateNews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Camat Bogor Tengah Kawal Ketat Validasi Data Bansos, Pastikan Warga Tepat Terima Bantuan

    Indate News
    14/10/25, Oktober 14, 2025 WIB Last Updated 2025-10-14T00:58:00Z


    indate.net-BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memperketat proses pendataan keluarga penerima manfaat (KPM) untuk memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) benar-benar tepat sasaran.


    Langkah ini dilakukan melalui proses validasi dan verifikasi lapangan terhadap data warga yang tercatat dalam aplikasi Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).


    Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Denny Mulyadi, bersama Kepala Dinas Sosial Atep Budiman dan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Ganjar Gunawan, turun langsung meninjau sejumlah keluarga di Kelurahan Ciwaringin, Kecamatan Bogor Tengah, pada Senin (13/10/2025).


    Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan keakuratan data sosial, terutama dalam menentukan desil kesejahteraan warga.


    “Kami ingin memastikan validasi DTSEN dilakukan secara faktual. Jadi kami turun langsung untuk memverifikasi data di lapangan,” ujar Kepala Bidang Data dan Informasi Sosial Dinas Sosial Kota Bogor, Dheri Wiriadirama, di sela kegiatan peninjauan.


    Dalam peninjauan itu, tim melakukan sampling terhadap empat keluarga penerima manfaat, sekaligus menyalurkan bantuan sembako sebagai bagian dari kegiatan monitoring.


    Dheri menyebutkan, dari hasil pengecekan lapangan ditemukan beberapa data yang perlu diperbarui karena tidak sesuai dengan kondisi terkini.


    “Ada data yang sesuai, tapi ada juga yang tidak. Misalnya, warga yang dulu masuk kategori desil satu sampai lima ternyata sekarang sudah naik ke desil enam sampai sepuluh. Hal-hal seperti ini harus segera diperbarui,” jelasnya.


    Ia menegaskan, kegiatan validasi semacam ini perlu menjadi contoh bagi seluruh kelurahan di Kota Bogor untuk aktif melakukan pemutakhiran data sosial secara berkala.


    Menurutnya, data yang akurat merupakan fondasi utama kebijakan penanggulangan kemiskinan.


    “Kalau datanya tidak valid, bantuan bisa salah sasaran. Karena itu, validasi DTSEN ini bukan sekadar administrasi, tetapi menyangkut keadilan sosial bagi warga yang membutuhkan,” tegas Dheri.


    Ke depan, Pemkot Bogor akan melibatkan perangkat kelurahan, RT, dan RW dalam proses pembaruan data DTSEN secara rutin. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat basis data sosial sebagai acuan utama penyaluran bantuan dan pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat.(*)

     

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini