-->
  • Jelajahi

    Copyright © IndateNews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Gudang Garam Diterpa Isu PHK Massal, Keuntungan Perusahaan Merosot Tajam

    Indate News
    08/09/25, September 08, 2025 WIB Last Updated 2025-09-07T22:42:33Z


    indate.net-BOGOR – Jagat media sosial tengah diramaikan dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan ratusan karyawan berseragam merah dan biru dengan logo PT Gudang Garam Tbk (GGRM) berkumpul di sebuah aula. Video yang diunggah akun Instagram @adion._87 tersebut dikaitkan dengan kabar adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di perusahaan rokok ternama tersebut.


    Dalam rekaman berdurasi singkat itu, suasana haru terlihat ketika para karyawan mendengar informasi terkait nasib pekerjaan mereka. Meski demikian, hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai kapan peristiwa itu terjadi maupun jumlah pekerja yang terdampak.


    CNBC Indonesia melaporkan telah mencoba menghubungi pihak manajemen PT Gudang Garam, namun belum mendapat tanggapan. Berdasarkan catatan Bursa Efek Indonesia (BEI), perusahaan dijadwalkan melaksanakan public expose pada 11 September 2025 mendatang, yang kemungkinan bisa menjadi ajang klarifikasi terkait isu tersebut.



    Isu PHK ini muncul di tengah penurunan kinerja keuangan perseroan. Dalam laporan keuangan semester I 2025, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp117,1 miliar. Angka tersebut merosot 87,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp925,5 miliar.


    Pendapatan PT Gudang Garam juga turun 11,4 persen menjadi Rp44,3 triliun dari Rp50 triliun pada Juni 2024. Kondisi ini membuat laba usaha perseroan anjlok dari Rp1,61 triliun menjadi Rp513,7 miliar.


    Selain itu, perusahaan juga mencatat rugi kurs sebesar Rp1,7 miliar, berbanding terbalik dengan tahun lalu yang masih membukukan laba Rp39,3 miliar.

     

    Penurunan kinerja perusahaan rokok juga berdampak pada petani tembakau. Di Temanggung, Jawa Tengah, sejumlah petani mengaku kesulitan menjual hasil panen karena beberapa pabrikan, termasuk Gudang Garam dan Nojorono, menghentikan pembelian tembakau.



    Menanggapi kabar ini, Presiden Partai Buruh sekaligus Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, menyatakan pihaknya akan mengecek langsung kebenaran isu PHK massal di PT Gudang Garam.


    “Bila benar terjadi PHK di PT Gudang Garam, hal ini membuktikan daya beli masyarakat masih rendah sehingga produksi menurun. Ditambah pasokan tembakau terbatas, produk kurang mengikuti tren, dan harga cukai rokok semakin mahal,” ungkap Said Iqbal.


    Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari PT Gudang Garam mengenai kebenaran video yang viral tersebut.(*)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini