-->
  • Jelajahi

    Copyright © IndateNews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Pulo Geulis, Permukiman di Tengah Sungai Ciliwung yang Jadi Simbol Toleransi Warga Bogor

    Indate News
    03/07/25, Juli 03, 2025 WIB Last Updated 2025-07-03T02:38:08Z


    indate.net-BOGOR – Di tengah pesatnya perkembangan Kota Bogor, terdapat sebuah kawasan unik dan bersejarah yang terletak di antara aliran Sungai Ciliwung. Namanya Pulo Geulis, sebuah kampung yang dikenal karena keunikannya sebagai daratan di tengah sungai serta kehidupan masyarakatnya yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan keberagaman.

     

    Secara geografis, Pulo Geulis memang menyerupai pulau kecil. Aliran Sungai Ciliwung membelah wilayah ini dan kembali menyatu, menjadikannya terlihat seperti sebuah pulau di jantung Kota Bogor. Nama "Geulis" sendiri dalam bahasa Sunda berarti “cantik”, merujuk pada kecantikan perilaku sosial dan budaya warga yang hidup rukun meski berasal dari berbagai latar belakang.

     

    Kawasan ini sudah dikenal sejak masa Kerajaan Pajajaran. Sekitar tahun 1482, tempat ini menjadi lokasi peristirahatan keluarga kerajaan yang kala itu dikenal dengan nama Parakan Baranangsiang. Namun setelah Pajajaran runtuh akibat serangan Kesultanan Banten pada 1579, kawasan ini sempat terbengkalai hingga akhir abad ke-17.

     

    Catatan sejarah menyebutkan, pada tahun 1703 tim ekspedisi dari Batavia yang dipimpin Abraham van Riebeek menemukan kembali kawasan ini saat menyusuri Sungai Ciliwung. Ia mencatat mulai munculnya permukiman masyarakat multikultur yang terdiri dari etnis Sunda dan Tionghoa.

     

    Dalam perkembangannya, Pulo Geulis menjadi kawasan padat penduduk. Pendatang dari berbagai wilayah datang menggantikan warga Tionghoa yang bermigrasi ke kawasan Suryakencana, yang kini dikenal sebagai Pecinan Kota Bogor.

     

    Kawasan ini sangat jernih dan bisa digunakan untuk minum. Bahkan, ikan masih banyak dan lingkungan sangat asri dengan halaman luas dan pepohonan di tiap rumah. Namun kini, pemukiman padat membuat kondisi tersebut berubah drastis.

     

    Salah satu ikon utama Pulo Geulis adalah Vihara Maha Brahma (Pan Kho Bio), kelenteng tertua di Kota Bogor yang dibangun pada abad ke-18. Tempat ibadah ini tidak hanya digunakan umat Tao, Konghucu, dan Buddha, namun juga menjadi lokasi berbagai kegiatan umat Muslim, seperti pengajian dan perayaan hari besar keagamaan.

     

    Sejak empat tahun terakhir, warga bersama komunitas budaya dan pihak swasta menggagas program mural di tembok-tembok rumah di Pulo Geulis. Lukisan-lukisan tersebut menggambarkan sejarah, nilai budaya, dan identitas kampung yang terus dijaga hingga kini.

     

    Kini, Pulo Geulis dihuni oleh sekitar 2.500 jiwa dari 700 kepala keluarga. Meski menghadapi tantangan sebagai permukiman padat, kawasan ini tetap menjadi contoh nyata bagaimana keberagaman bisa menjadi kekuatan.(*)

     

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini