indate.net-BOGOR-Perpustakaan Kota Bogor tak hanya menjadi tempat membaca dan meminjam buku. Dengan koleksi mencapai sekitar 80.862 eksemplar, layanan digital, perpustakaan keliling hingga fasilitas ruang publik, Dinas Arsip dan Perpustakaan (Diarpus) Kota Bogor kini mendorong pemanfaatan layanan tersebut agar semakin dekat dengan masyarakat.
Forum ini diselenggarakan sebagai ajang silaturahmi sekaligus ruang sosialisasi program layanan perpustakaan dan kearsipan daerah bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor.
Kepala Diarpus Kota Bogor, Taufik, menegaskan pentingnya kolaborasi dengan insan pers untuk mempublikasikan berbagai fasilitas serta program literasi daerah agar dampaknya kian meluas dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Kami sangat berterima kasih difasilitasi oleh Diskominfo. Kami ingin teman-teman media ikut menginformasikan program-program perpustakaan agar semakin dikenal dan dimanfaatkan masyarakat," ujar Taufik dalam sambutannya.
Fasilitas Modern dan Koleksi Digital
Dalam paparannya, Taufik menjelaskan bahwa Perpustakaan Kota Bogor saat ini mengelola sekitar 80.862 eksemplar buku dengan belasan ribu judul. Kualitas pengelolaan institusi ini telah diakui secara regional, salah satunya melalui raihan predikat sebagai perpustakaan terbaik kedua di Jawa Barat pada akhir tahun 2022.
Untuk memaksimalkan pelayanan, perpustakaan beroperasi tujuh hari seminggu. Layanan dibuka setiap Senin hingga Kamis hingga pukul 18.00 WIB, serta Sabtu dan Minggu mulai pukul 08.00 WIB hingga sore hari. Rata-rata tingkat kunjungan harian mencapai ratusan orang, dengan lonjakan signifikan pada akhir pekan dan hari libur.
Di samping layanan di gedung utama, Diarpus Kota Bogor juga mengoperasikan tiga unit armada perpustakaan keliling yang menjangkau 220 Sekolah Dasar (SD) di seluruh Kota Bogor.
Diarpus juga rutin menggelar ajang Pemilihan Duta Baca, pelatihan mendongeng bagi tenaga pengajar guna menguatkan karakter literasi anak sejak dini, serta menyediakan lima titik baca digital di ruang publik, termasuk di kawasan Taman Sempur.
Selain pengelolaan perpustakaan, Diarpus Kota Bogor mengemban amanat dalam tata kelola kearsipan daerah, baik arsip dinamis kedinasan maupun arsip statis bersejarah termasuk rekam jejak kepemimpinan daerah dari masa ke masa.
Guna menjaga kelestarian dokumen bernilai sejarah tinggi tersebut, penyimpanan arsip dilakukan dengan standardisasi khusus. Pengaturan suhu ruangan dijaga secara konstan dan tindakan fumigasi dilaksanakan secara berkala untuk mencegah kerusakan fisik dokumen.
Saat ini, Diarpus juga tengah mengakselerasi digitalisasi sistem surat-menyurat di seluruh Perangkat Daerah (PD) Kota Bogor serta menyediakan Depo Arsip dengan kapasitas menampung hingga 100 ribu dokumen.
Sebagai bagian dari komitmen pelayanan publik, Diarpus Kota Bogor membuka akses pemanfaatan fasilitas gedung perpustakaan bagi masyarakat, komunitas, hingga insan pers. Gedung auditorium berkapasitas sekitar 80 hingga 100 tempat duduk tersebut dapat digunakan untuk berbagai kegiatan formal maupun informal tanpa dipungut biaya.
"Kami terbuka, silakan gedung ini dimanfaatkan. Selama jadwal tidak bentrok, bisa digunakan untuk diskusi, pertemuan mitra kerja, maupun kegiatan komunitas," kata Taufik.
Melalui kemitraan yang strategis bersama PWI Kota Bogor dan insan pers, Diarpus Kota Bogor optimistis indeks literasi masyarakat akan terus meningkat, sekaligus mendorong keterbukaan informasi publik terkait sejarah serta tata kelola kearsipan di Kota Bogor.(*)
