-->
  • Jelajahi

    Copyright © IndateNews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Hadiri Kirab Merah Putih FMP Bogor, Bima Arya: Solidaritas Jadi Modal Hadapi Tantangan Bangsa

    Indate News
    10/08/26, Agustus 10, 2026 WIB Last Updated 2026-08-09T23:56:00Z


    indate,net-BOGOR – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menekankan pentingnya menjaga solidaritas dan kebersamaan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa. Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Kirab Merah Putih Festival Merah Putih (FMP) ke-11 di Kota Bogor, Minggu (9/8/2026).


    Kirab Merah Putih yang menjadi bagian dari rangkaian FMP 2026 berlangsung meriah dengan melibatkan ribuan peserta dari berbagai elemen masyarakat. Kegiatan tersebut digelar menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.


    Bima Arya mengatakan, konsistensi pelaksanaan FMP selama 11 tahun menunjukkan kuatnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat Kota Bogor.


    Menurutnya, kekompakan tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan sekaligus mencapai berbagai target pembangunan ke depan.


    “Tradisi ini bisa berjalan 11 tahun karena ada dukungan dari semua dan berkolaborasi. Unsur pemerintahnya solid, dengan warga juga kompak. Saat ini, kita membutuhkan kebersamaan ini lebih dari masa-masa sebelumnya, karena kita punya tantangan yang berat dan punya target-target juga yang tidak mudah,” kata Bima Arya.


    Ia menilai semangat persatuan yang ditunjukkan dalam Kirab Merah Putih tidak semestinya berhenti pada kegiatan seremonial. Nilai gotong royong dan kebersamaan, kata dia, perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.


    “Semangat Kirab Merah Putih ini harus berjalan paralel dengan keseharian warga dan pemerintah,” ujarnya.


    Perayaan Kemerdekaan Bisa Disesuaikan Kearifan Lokal


    Bima Arya juga menanggapi kemungkinan adanya dorongan agar daerah lain menggelar kegiatan serupa. Menurutnya, setiap daerah memiliki karakter dan kearifan lokal masing-masing sehingga bentuk perayaan kemerdekaan tidak harus seragam.


    Ia menyebut Presiden telah menginstruksikan agar peringatan HUT Kemerdekaan pada 17 Agustus dimeriahkan dengan pesta rakyat. Namun, pelaksanaannya dapat disesuaikan dengan kondisi dan karakter masing-masing daerah.


    “Banyak juga di daerah-daerah yang melaksanakan kirab seperti ini, tapi kan tidak semua daerah formatnya sama. Harapannya mungkin semua bisa melaksanakan perayaan, tapi intinya bukan pada kirabnya, melainkan intinya adalah semangat kebersamaan,” tutur Bima.


    Lima Bendera Raksasa Dibentangkan


    Semangat kebersamaan tersebut turut terlihat dalam Kirab Merah Putih FMP ke-11. Sebanyak lima bendera Merah Putih raksasa, masing-masing berukuran sekitar 100 meter, dibentangkan dan diarak ribuan peserta.


    Kirab dimulai dari kawasan Tugu Kujang, kemudian bergerak menuju Jalan Sudirman hingga kawasan Pusdikkzi Bogor.


    Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan, Kirab Merah Putih tahun ini melibatkan lebih dari 3.200 peserta dari berbagai unsur masyarakat.


    Selain menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, kegiatan tersebut dinilai dapat memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.


    Sementara itu, Ketua Umum FMP 2026 Syahrial M. Said menjelaskan, lima bendera raksasa yang diarak memiliki makna simbolis. Kelima bendera tersebut merepresentasikan lima sila dalam Pancasila.


    Pengarakan bendera dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan sekitar 60 elemen masyarakat Kota Bogor.


    Kirab Merah Putih FMP ke-11 menjadi salah satu rangkaian perayaan kemerdekaan di Kota Bogor yang melibatkan pemerintah dan masyarakat. Selain menumbuhkan semangat nasionalisme, kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi lintas elemen masyarakat.(*)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini