indate.net-BOGOR – Aliansi Cigombong Melawan menyiapkan sekitar 100 massa untuk mengikuti aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Koordinator Aliansi Cigombong Melawan, Riki, mengatakan hingga hari ini, Kami (27/8/2026), sekitar 90 orang telah terkonfirmasi mengikuti aksi tersebut.
“Kalau hari ini yang terkonfirmasi hadir itu di angka 90-an kurang lebih,” kata Riki saat dikonfirmasi, Kamis (27/8/2026).
Menurut Riki, jumlah peserta masih berpotensi bertambah. Saat ini, pihaknya masih melakukan konsolidasi dengan sejumlah aktivis di wilayah Cigombong.
Rencananya, massa akan diberangkatkan menggunakan dua bus dari wilayah Cigombong. Setibanya di Jakarta, mereka akan bergabung dengan massa aksi dari sejumlah aliansi lainnya.
“Kalau kita 100 orang ya paling dua bus,” ujarnya.
Riki menyebut sejumlah isu akan dibawa dalam aksi tersebut. Di antaranya tuntutan pengesahan RUU Perampasan Aset, pencabutan izin KEK Lido Cigombong, serta penyelesaian konflik agraria di wilayah Bogor.
“Yang pertama ya tuntutan secara nasional, sahkan RUU Perampasan Aset. Kemudian yang kedua itu cabut izin PT Lido. Terus kita melihat bahwa sampai hari ini negara belum hadir. Dan kalau yang terakhir itu ya perihal konflik agraria di wilayah Bogor,” jelasnya.
Ia menilai persoalan konflik agraria di Bogor perlu mendapat perhatian serius. Riki juga menyebut adanya dugaan intimidasi dan praktik premanisme dalam konflik tersebut.
“Ini kan perhatian nasional, karena kan ini sudah ada intimidasi, premanisme, segala macam,” katanya.
Riki menegaskan, massa dari Cigombong tidak akan menggelar aksi secara terpisah. Mereka akan bergabung dengan aliansi massa lainnya yang melakukan aksi di depan Gedung DPR RI.
“Ke DPR RI kita, kita melebur ke aliansi-aliansi yang ada di sana,” ujarnya.
Konsolidasi massa, lanjut Riki, masih berlangsung hingga menjelang keberangkatan. Ia menyebut sejumlah masyarakat dan aktivis berminat mengikuti aksi, tetapi sebagian terkendala jarak dan faktor lainnya.
“Ketika melihat isu-isunya nasional dan banyak gerakan nasional, banyak sebetulnya yang ingin terlibat, tapi kan terkendala jarak dan lain sebagainya,” pungkasnya.(*)


