indate.net-BOGOR – Kelanjutan pembangunan Bogor Inner Ring Road (BIRR) yang terhubung dengan Jalur Regional Ring Road (R3) diyakini akan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi di Kelurahan Sindangrasa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor. Kehadiran infrastruktur jalan baru tersebut dinilai mampu membuka akses wilayah sekaligus mendorong berkembangnya berbagai potensi usaha masyarakat.
Lurah Sindangrasa, Muhamad Badru Jaman, mengatakan selama ini sejumlah potensi ekonomi di wilayahnya belum berkembang secara optimal akibat keterbatasan akses. Menurutnya, kondisi tersebut membuat aktivitas ekonomi di Sindangrasa tidak secepat kawasan yang berada di jalur utama perkotaan.
“Selama ini potensi ekonomi di Sindangrasa belum tergarap maksimal karena akses yang masih terbatas. Dengan hadirnya Jalur R3 yang terkoneksi dengan BIRR, kami optimistis akan terjadi peningkatan aktivitas ekonomi yang signifikan,” ujar Badru, Selasa (9/6/2026).
Selain mendukung pertumbuhan ekonomi, proyek jalan tersebut juga diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan Tajur yang selama ini menjadi salah satu titik kemacetan di wilayah timur Kota Bogor.
Badru menjelaskan, mayoritas warga menyambut positif rencana pembangunan tersebut. Pemerintah kelurahan bersama tim teknis terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya warga yang lahannya masuk dalam trase pembangunan.
“Respons masyarakat sejauh ini cukup baik. Warga bahkan sering menanyakan perkembangan dan realisasi proyek ini. Komunikasi melalui RT, RW, serta tim teknis berjalan lancar,” katanya.
Di sisi lain, pemerintah kelurahan bersama tim teknis masih melakukan verifikasi data bidang tanah yang terdampak pembangunan guna memastikan seluruh pemilik lahan terdata dengan baik dalam proses pengadaan tanah.
“Kami terus melakukan verifikasi agar tidak ada bidang tanah warga yang terlewat dalam pendataan,” tambahnya.
Optimisme terhadap dampak pembangunan BIRR dan Jalur R3 juga didukung oleh potensi ekonomi lokal yang cukup besar. Berdasarkan data Kelurahan Sindangrasa, terdapat sekitar 940 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat.
Dengan terbukanya akses baru melalui proyek BIRR, pemerintah kelurahan berharap pelaku UMKM dan sektor usaha lainnya dapat berkembang lebih cepat, sehingga memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan warga Sindangrasa.(*)


