-->
  • Jelajahi

    Copyright © IndateNews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Program MBG Tambah Timbulan Sampah, DLH Kota Bogor Pastikan Penanganan Tetap Terkendali

    Indate News
    16/05/26, Mei 16, 2026 WIB Last Updated 2026-05-15T22:52:27Z


    indate.net-Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor memastikan peningkatan volume sampah dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih dalam batas yang dapat ditangani. Sampah tersebut berasal dari aktivitas dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang beroperasi di sejumlah wilayah Kota Bogor.


    Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan DLH Kota Bogor, Deden Adi Suryadi, menjelaskan bahwa sejak program MBG berjalan, terjadi penambahan timbulan sampah sekitar 1 hingga 2 ton per hari dari 11 titik SPPG yang pengangkutannya ditangani langsung oleh DLH.


    Menurut Deden, peningkatan tersebut relatif kecil jika dibandingkan dengan total sampah harian yang selama ini dikelola DLH. Sebelum program MBG berjalan, volume sampah yang ditangani mencapai sekitar 550 ton per hari. Dengan tambahan dari dapur SPPG, jumlah tersebut kini meningkat menjadi kurang lebih 552 ton per hari.


    “Dari total volume itu, sekitar 70 persen dibawa ke TPA Galuga, sedangkan 30 persen lainnya diolah di TPS melalui metode budidaya magot,” ujar Deden.


    Ia menuturkan, jumlah SPPG di Kota Bogor saat ini telah melampaui 100 titik. Namun, hanya 11 lokasi yang mendapat layanan pengangkutan langsung dari DLH. Sementara itu, sampah dari SPPG lainnya dikelola secara mandiri oleh masyarakat melalui TPS yang tersebar di enam kecamatan.


    DLH juga mendorong setiap SPPG untuk menerapkan pengolahan sampah organik dengan memanfaatkan budidaya magot. Selain efektif mengurangi volume sampah, metode ini dinilai memiliki nilai ekonomi karena menghasilkan pupuk organik serta magot yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ikan dan unggas.


    Di sisi lain, Deden menilai kehadiran program MBG membawa dampak positif yang lebih luas, salah satunya membuka peluang kerja baru bagi masyarakat. Pengelolaan sampah berbasis komunitas melalui TPS juga dinilai mampu memberikan tambahan penghasilan bagi warga.


    “Walaupun ada sedikit peningkatan sampah, kondisi ini justru membuka peluang ekonomi bagi masyarakat karena sampah dapat dikelola dan dimanfaatkan secara produktif,” katanya.(*)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini