-->
  • Jelajahi

    Copyright © IndateNews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Langkah Konkret Dadang Iskandar Danubrata: Tanam 1.000 Bibit dan Tekan Ancaman Krisis Pangan

    Indate News
    13/04/26, April 13, 2026 WIB Last Updated 2026-04-13T00:06:35Z


    indate.net-BOGOR-Upaya mendorong kemandirian pangan berbasis masyarakat terus dilakukan di Kota Bogor. Salah satunya terlihat dalam kegiatan yang digelar di Kampung Legok Muncang, RW 15, Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan, pada Minggu (12/4/2026).


    Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Dadang Iskandar Danubrata, hadir langsung di tengah warga dalam rangka sosialisasi program ketahanan pangan dan penguatan jaringan pengamanan sosial. Kegiatan tersebut diisi dengan aksi nyata berupa penanaman sekitar 1.000 bibit jagung dan ketela bersama masyarakat setempat.


    Turut hadir dalam kegiatan itu Bendahara DPC PDI Perjuangan Kota Bogor, Syarif Hidayat Sastra, serta jajaran pengurus partai di tingkat kecamatan dan kelurahan. Kehadiran rombongan disambut antusias oleh warga, termasuk para ketua RT/RW dan tokoh masyarakat.


    Dalam sambutannya, Dadang menekankan pentingnya diversifikasi pangan di tengah ancaman krisis global yang dipicu perubahan iklim. Menurutnya, masyarakat perlu mulai mengurangi ketergantungan pada satu jenis bahan pangan utama.


    “Ketahanan pangan harus dibangun dari tingkat keluarga. Kita perlu memanfaatkan potensi lokal seperti jagung dan ketela, tidak hanya bergantung pada beras,” ujarnya.


    Selain kegiatan penanaman, acara tersebut juga dirangkai dengan penyaluran bantuan makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil. Program ini bertujuan untuk mendukung pemenuhan gizi sekaligus mencegah stunting di lingkungan masyarakat.


    Dadang menambahkan, aspek gizi menjadi bagian penting dalam upaya mewujudkan kedaulatan pangan. “Tidak cukup hanya tersedia, pangan juga harus berkualitas agar generasi mendatang tumbuh sehat,” katanya.


    Warga setempat menyambut baik kegiatan tersebut. Ketua RW 15, Rudi, menilai kehadiran para pemangku kebijakan memberikan motivasi tersendiri bagi masyarakat.


    “Ini bukan hanya soal bantuan, tetapi juga menunjukkan kepedulian dan kedekatan dengan warga,” ungkapnya.


    Kegiatan ditutup dengan makan bersama secara sederhana atau ngaliwet, yang mempererat kebersamaan antara warga dan para tamu yang hadir. Inisiatif ini diharapkan mampu menjadi langkah awal dalam membangun kawasan yang mandiri secara pangan, sekaligus memperkuat ketahanan sosial di tingkat lokal.(*)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini