indate.net-BOGOR – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Komisi V dari Fraksi Golkar, Fetty Anggraenidini, menggelar kegiatan “Dewan Menyapa Warga Berbasis Budaya” di Kelurahan Cilendek Timur, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jumat (3/3/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program DPRD Provinsi Jawa Barat yang bertujuan mempererat silaturahmi dengan masyarakat sekaligus mengenalkan kembali budaya Sunda, khususnya kepada generasi muda.
Fetty mengatakan, kegiatan ini menjadi sarana untuk bertemu langsung dengan konstituennya, terutama di wilayah yang selama ini menjadi basis dukungannya di Kota Bogor.
“Program ini untuk bersilaturahmi dengan warga sekaligus menjalankan agenda dari DPRD Provinsi Jawa Barat,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya pelestarian budaya Sunda di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan digitalisasi. Menurutnya, ketertarikan generasi muda terhadap budaya tradisional mulai menurun seiring meningkatnya penggunaan media sosial.
“Budaya harus terus dikenalkan kembali agar generasi muda tidak hanya terfokus pada dunia digital, tetapi juga mencintai budaya daerahnya,” kata Fetty.
Fetty juga menyoroti mulai berkurangnya minat terhadap kesenian tradisional seperti pencak silat dan tari jaipong, yang kini semakin jarang diminati. Melalui kegiatan ini, ia berupaya menghadirkan pendekatan yang lebih menarik agar budaya tetap relevan di tengah masyarakat.
“Program ini rutin dilaksanakan dan sudah memasuki pelaksanaan kedua. Ke depan, kegiatan serupa akan terus digelar di berbagai wilayah,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Fetty turut didampingi Anggota DPRD Kota Bogor Komisi IV dari Fraksi Golkar, Asep Nazarullah.
Asep menyambut baik kegiatan tersebut dan menilai pengenalan budaya kepada anak-anak saat ini masih minim akibat kuatnya pengaruh media sosial.
“Anak-anak saat ini sangat terpapar dunia digital, sehingga kegiatan seperti ini penting untuk mengenalkan kembali budaya lokal,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi antusiasme anak-anak yang terlihat tertarik saat menyaksikan pertunjukan seni tradisional dalam kegiatan tersebut.
“Banyak anak yang terlihat baru pertama kali menyaksikan pencak silat dan tarian tradisional. Ini menjadi momentum penting untuk pelestarian budaya,” katanya.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga tampak antusias mengikuti rangkaian acara yang menampilkan berbagai kesenian khas Sunda sebagai upaya memperkuat identitas budaya di tengah perkembangan zaman.(*)


