indate.net-BOGOR – Museum Zoologicum Bogoriense atau yang dikenal sebagai Museum Zoologi terus berinovasi untuk meningkatkan pengalaman pengunjung sekaligus memperkuat perannya dalam mengedukasi masyarakat tentang keanekaragaman hayati.
Di bawah pengelolaan PT Mitra Natura Raya yang bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta didukung oleh brand telekomunikasi SIMPATI, museum ini menghadirkan sebuah ruang baru bernama Immerzoa yang memanfaatkan teknologi imersif untuk memberikan pengalaman interaktif bagi pengunjung.
Managing Director PT Mitra Natura Raya, Marga Anggrianto, mengatakan inovasi tersebut merupakan langkah transformasi museum agar tidak lagi hanya menjadi tempat penyimpanan spesimen.
“Transformasi ini mengubah museum dari sekadar ruang penyimpanan spesimen menjadi ruang imersif dan interaktif yang edukatif bagi pengunjung museum,” ujar Marga.
Ia menjelaskan, melalui Immerzoa pengunjung tidak hanya melihat koleksi satwa, tetapi juga dapat merasakan pengalaman visual dan naratif yang menyajikan cerita serta fakta tentang kekayaan fauna Nusantara dengan teknologi interaktif.
“Immerzoa memadukan teknologi visual dengan seni naratif. Edukasi mengenai kekayaan hayati Nusantara tidak lagi sekadar artefak diam, tetapi menjadi pengalaman emosional yang hidup di hadapan pengunjung,” jelasnya.
Sementara itu, Manager Event Department, Rizki Ramadhan, menuturkan pada masa soft opening, ruang Immerzoa menampilkan beberapa pemutaran visual dengan konten berulang atau loop sebagai daya tarik utama. Setiap sesi pertunjukan berlangsung selama 20 menit.
“Bersama SIMPATI, Immerzoa tidak hanya menjadi ruang visual, tetapi berkembang menjadi ekosistem naratif yang melampaui batas statis. Dukungan konektivitas menjadi katalisator untuk menghadirkan pengalaman yang lebih hidup,” kata Rizki.
Pada tahap grand opening mendatang, lanjut Rizki, pengalaman Immerzoa akan membawa pengunjung melalui tiga tahapan emosional. Pertama, menyadari luasnya bumi sebagai rumah bersama. Kedua, menyelami kekayaan fauna Indonesia dari garis Wallace hingga Weber. Ketiga, memahami realitas krisis ekologi dan ancaman hilangnya habitat satwa.
Konsep tersebut dirancang untuk menumbuhkan kesadaran pengunjung agar turut berperan dalam menjaga kelestarian alam.
Selain menghadirkan ruang imersif, Museum Zoologi juga memperkenalkan Interactive Book di area Mamalia. Instalasi ini memadukan buku fisik dengan teknologi sinematik sehingga setiap halaman yang dibuka memunculkan animasi digital secara otomatis.
Buku interaktif bertajuk Aira & Para Penjaga Hutan tersebut mengangkat kisah tentang peran berbagai mamalia dalam menjaga keseimbangan ekosistem, mulai dari kukang, bekantan, hingga satwa kunci seperti macan tutul, harimau Sunda, dan orangutan.
Melengkapi fasilitas bagi pengunjung, museum juga menghadirkan area komersial yang terdiri dari Cula Cafe dan Sora Merchandise. Cula Cafe menyediakan berbagai minuman dan camilan ringan bagi pengunjung yang ingin beristirahat, sementara Sora Merchandise menawarkan berbagai produk suvenir bertema fauna.
Inovasi tersebut diharapkan dapat menjadikan museum sebagai ruang edukasi modern yang tidak hanya informatif, tetapi juga inspiratif serta mampu menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian satwa dan lingkungan.(*)



