indate.net-BOGOR – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menepati janjinya dengan memberikan kompensasi kepada ribuan sopir angkutan kota (angkot) yang beroperasi di jalur wisata kawasan Puncak, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Kebijakan ini dilakukan sebagai upaya mengurangi kemacetan saat periode libur Lebaran.
Penyerahan kompensasi kepada para sopir angkot berlangsung di halaman Mapolres Bogor, Cibinong, pada Minggu (15/3/2026).
Dedi Mulyadi mengatakan, sekitar 2.000 sopir dari 700 armada angkot yang melayani trayek menuju kawasan wisata Puncak menerima bantuan tersebut. Para sopir itu diliburkan sementara dari aktivitas operasionalnya selama masa libur Lebaran.
“Ini kita lakukan sebagai upaya agar tidak terjadi kemacetan di wilayah Bogor, khususnya di kawasan wisata Puncak saat libur Lebaran,” ujar Dedi Mulyadi kepada wartawan.
Menurutnya, kebijakan tersebut juga menjadi langkah sementara untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur wisata Puncak, sambil menunggu pembangunan jalur alternatif Puncak II.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Dhani Gumelar menjelaskan bahwa kompensasi tidak hanya diberikan kepada sopir, tetapi juga kepada pemilik angkot. Secara keseluruhan, jumlah penerima bantuan mencapai 2.068 orang.
Ia menyebutkan, angkot yang diliburkan berasal dari tiga trayek yang melayani rute menuju kawasan wisata Puncak.
“Para sopir yang diliburkan mendapatkan kompensasi sebesar Rp200 ribu per hari yang ditransfer langsung ke rekening masing-masing penerima,” kata Dhani.
Penghentian operasional angkot tersebut diberlakukan selama lima hari, yakni pada 22, 23, dan 24 Maret 2026 serta dilanjutkan pada 27 dan 28 Maret 2026.
Menurut Dhani, penentuan tanggal tersebut berdasarkan hasil survei dan prediksi peningkatan jumlah wisatawan yang berkunjung ke kawasan Puncak selama periode libur panjang.
“Langkah ini dilakukan untuk mengurangi potensi kemacetan yang kerap terjadi di kawasan Puncak saat musim liburan,” jelasnya.
Ia menambahkan, kebijakan tersebut difokuskan di kawasan Puncak karena berdasarkan data dan pengalaman setiap tahun, wilayah tersebut menjadi titik dengan tingkat kepadatan lalu lintas tertinggi di Kabupaten Bogor.
Salah satu sopir angkot, Zaenal Hidayat, mengaku telah menerima kompensasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui transfer bank sebesar Rp1 juta.
“Alhamdulillah, bantuan dari Pak Gubernur sudah kami terima. Tahun ini juga lebih tertib karena tidak ada potongan seperti yang pernah terjadi sebelumnya,” ujarnya.
Zaenal menilai bantuan tersebut sangat membantu kebutuhan keluarganya, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri. “Uangnya saya serahkan ke keluarga untuk membeli kebutuhan Lebaran,” tuturnya.(*)


