-->
  • Jelajahi

    Copyright © IndateNews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    TP PKK Kota Bogor Dorong Edukasi Sejak Dini Lewat Program Pengumpulan Minyak Jelantah

    Indate News
    05/02/26, Februari 05, 2026 WIB Last Updated 2026-02-05T11:53:19Z


    indate.net-BOGOR – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bogor, Yantie Rachim, melakukan monitoring dan evaluasi program pengumpulan minyak jelantah di Kantor Kelurahan Kebon Pedes, Jalan Nusa Indah, Kota Bogor, Kamis (5/2/2026).


    Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan TP PKK Kota Bogor terhadap program Jelantah Bogor untuk Energi Negeri, sebuah inisiatif pengelolaan minyak goreng bekas pakai yang berkolaborasi dengan PT Greenia dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat, termasuk pelajar sekolah dasar di wilayah Kebon Pedes.


    Dalam kegiatan tersebut, Yantie Rachim menegaskan pentingnya edukasi pengelolaan minyak jelantah sejak usia dini agar masyarakat tidak lagi membuang minyak bekas secara sembarangan, yang berpotensi mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan.


    “Hari ini saya bersama PT Greenia melakukan pengumpulan minyak jelantah yang telah dikumpulkan oleh warga Kebon Pedes. Menariknya, anak-anak dari SDN Kebon Pedes 7 juga ikut terlibat. Ini penting agar sejak kecil mereka memahami bahwa minyak jelantah tidak boleh dibuang sembarangan, tetapi bisa dikelola dan diolah dengan benar,” ujar Yantie.


    Ia menjelaskan, minyak jelantah merupakan minyak goreng sisa pakai yang secara ideal hanya digunakan maksimal tiga kali. Penggunaan minyak secara berulang melebihi batas tersebut dinilai berisiko bagi kesehatan.


    “Minyak jelantah itu maksimal digunakan tiga kali. Jika dipakai lebih dari itu, dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan, bahkan berisiko menyebabkan kanker. Karena itu, pengumpulan minyak jelantah ini menjadi sangat penting,” katanya.


    Yantie juga menegaskan komitmen TP PKK Kota Bogor untuk terus mendukung program pengumpulan minyak jelantah di seluruh kelurahan. Menurutnya, TP PKK memiliki peran strategis sebagai penggerak di tingkat keluarga dan lingkungan.


    “Kami dari PKK siap mendukung penuh program Jelantah Bogor untuk Energi Negeri ini. PKK menjadi motor penggerak pertama di wilayah dan keluarga, karena penggunaan minyak goreng paling dekat dengan aktivitas ibu rumah tangga,” tegasnya.


    Sementara itu, Strategic Partnership Manager PT Greenia, Giri Suseno, menyampaikan bahwa kerja sama antara PT Greenia dan Pemerintah Kota Bogor telah berjalan sekitar empat bulan dengan melibatkan berbagai perangkat daerah.


    “Hari ini kami bertemu dengan Ketua TP PKK Kota Bogor. Harapannya, kolaborasi ini dapat menjadikan gerakan pengumpulan minyak jelantah lebih masif dan berkelanjutan melalui peran aktif TP PKK,” ujar Giri.


    Ia menambahkan, program ini bertujuan mendorong setiap kelurahan di Kota Bogor menjadi wilayah yang berwawasan lingkungan, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi sirkular melalui pengelolaan limbah rumah tangga.


    Giri menjelaskan, tangki minyak jelantah yang ditempatkan di Kelurahan Kebon Pedes memiliki kapasitas hingga 1.000 liter. Minyak jelantah yang terkumpul nantinya akan diolah menjadi bahan bakar ramah lingkungan.


    “Minyak jelantah ini akan diolah menjadi bioavtur untuk bahan bakar pesawat. Selain itu, juga bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak, serta diolah menjadi produk lain seperti sabun dan lilin,” ungkapnya.


    Dari sisi kelurahan, Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Kelurahan Kebon Pedes, Sari Sugiharti, mengatakan pihaknya berperan aktif dalam melakukan sosialisasi dan menggerakkan partisipasi warga.


    “Kami mendukung penuh program ini dengan melakukan sosialisasi kepada warga dan pelaku usaha, seperti pedagang makanan, gorengan, dan warteg. Program ini dijalankan bersama kelurahan, Koperasi Merah Putih, dan PT Greenia,” jelas Sari.


    Ia menambahkan, minyak jelantah yang dikumpulkan warga akan dibeli dengan harga Rp5.000 per liter secara tunai, sehingga selain menjaga lingkungan, program ini juga memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat.


    “Harapannya, warga semakin termotivasi mengumpulkan minyak jelantah karena selain ramah lingkungan, hasilnya juga bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya.(*)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini